Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Penting Membawa Sepeda Lipat Naik KRL Commuter Line

Jangan heran jika makin banyak pekerja Ibukota yang memutuskan untuk bersepeda dari tempat tinggal ke tempat kerjanya setiap hari.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  17:32 WIB
Sepeda lipat dalam KRL
Sepeda lipat dalam KRL

Bisnis.com, JAKARTA - Tak dapat dipungkiri jika bersepeda menjadi aktivitas yang digemari masyarakat belakangan ini. Alih-alih, menggunakan sepeda sekadar untuk berolahraga atau mengisi waktu luang, beberapa orang mulai menjadikannya sebagai alat transportasi sehari-hari.

Selain memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh, bersepeda juga bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk menghemat pengeluaran. Dengan bersepeda tentu tak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakar atau membayar parkir.

Oleh karena itu, jangan heran jika makin banyak pekerja Ibukota yang memutuskan untuk bersepeda dari tempat tinggal ke tempat kerjanya setiap hari.

Bagi mereka yang tinggal tak begitu jauh dari tempat kerjanya tentu tak jadi persoalan. Namun, bagaimana dengan mereka yang tinggal jauh dari tempat kerjanya seperti di kota-kota penyangga?

Bersepeda dari rumah ke tempat kerja tentunya bukan pilihan bijak. Alih-alih bugar, tubuh justru kelelahan dan berdampak pada produktivitas.

Bagi Anda yang menggunakan sepeda lipat dapat mensiasatinya dengan melipat sepeda dan membawanya ke dalam Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Dengan demikian, Anda hanya perlu mengayuh sepeda ke stasiun terdekat dari rumah atau tempat kerja, berlaku pula sebaliknya.

PT KAI Commuter Indonesia selaku operator KRL Commuter Line sejak tahun lalu telah menyiapkan aturan khusus bagi penumpang yang membawa sepeda lipat.Sepeda yang dibawa dimensinya tidak boleh lebih dari 100x40x30 cm atau memiliki lingkar roda maksimal 22 inci.

Kemudian, terkait dengan diberlakukannya aturan tambahan di masa pandemi Covid-19 yang tidak memperbolehkan barang bawaan berukuran besar di waktu tertentu, tidak berlaku bagi sepeda lipat. Seperti diketahui, KAI Commuter Indonesia saat ini hanya memperbolehkan pengguna membawa barang bawaan berukuran besar pada perjalanan pertama dan terakhir serta pukul 10.00-14.00 WIB.

Walaupun demikian, bukan berarti Anda dapat dengan mudah membawa sepeda lipat ketika naik KRL Commuter Line. Selain menyesuaikan waktu perjalanan untuk mengindari ramainya penumpang yang menyulitkan Anda masuk ke dalam kereta, berikut adalah hal yang perlu diperhatikan ketika membawa sepeda lipat ke moda transportasi yang satu ini.

Pertama, pastikan sepeda Anda terlipat dengan baik sebelum masuk ke area berbayar stasiun atau melewati turnstile atau gate pembayaran.
Bagi pengguna sepeda lipat dengan tiga lipatan seperti Brompton, 3 Sixty, atau Element Pikes hal ini tak menjadi soal. Karena sepeda-sepeda tersebut sudah didesain agar mudah dilipat, ringkas, dan dibawa dengan adanya roda bantu layaknya koper. Namun, bagi pengguna sepeda lipat dengan dua lipatan, terlebih dengan lingkar roda 20-22 inci melipat dan membawa sepeda naik KRL Commuter Line menjadi tantangan tersendiri.

Ketika dibawa lipatan sepeda seringkali bergeser dan tentunya akan menyulitkan Anda. Solusinya, siapkan tali dengan pengait atau perekat velcro untuk mengikat sepeda Anda.

Kedua, hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan kereta atau gerbong.

Pengguna sepeda lipat sebaiknya membawa sepedanya masuk ke kereta dengan 12 pintu atau enam pintu di masing-masing sisinya. Pasalnya, kereta tersebut di masing-masing ujungnya terdapat ruang yang cukup luas untuk menyimpan sepeda selama perjalanan.

Namun, perlu dicatat tidak semua rangkaian KRL Commuter Line memiliki kereta tersebut. Hanya rangkaian 12 kereta dan 10 kereta yang memilikinya.

Solusi lainnya adalah memilih kereta berkabin masinis. Bagi perempuan hal ini mudah dilakukan karena Kereta Khusus Wanita (KKW) berada tepat di ujung rangkaian dimana kabin masinis berada.

Bagi laki-laki, hal tersebut hanya bisa dilakukan apabila mendapatkan rangkaian 12 atau 10 kereta saja dengan kabin masinis tepat berada di tengah rangkaian.

Sebagai catatan, sebagian besar rangkaian 12 atau 10 kereta merupakan dua rangkaian pendek (4 kereta+8 kereta/6 kereta+6 kereta/5 kereta+5 kereta) yang digabungkan. Alhasil beberapa rangkaian KRL Commuter Line membawa kereta berkabin masinis di bagian tengah yang tentunya kabin tersebut tidak aktif.

Sudut kereta dengan kabin masinis dapat dimanfaatkan untuk menyimpan sepeda lipat dengan ruang yang luas walaupun tak seluas sudut milik kereta dengan 12 pintu.

Sudut luas lain yang dapat dimanfaatkan adalah ruang kosong tanpa kursi di depan kursi prioritas.

Ruang yang hanya tersedia di rangkaian kereta tertentu ini merupakan ruang yang didesain untuk pengguna berkursi roda. Akan tetapi, ruang tersebut lebih banyak kosong dan digunakan untuk penumpang berdiri dan menempatkan barang.

Jika tidak ada pengguna berkursi roda, tak ada salahnya menyimpan sepeda lipat Anda di ruang tersebut agar tidak mengganggu lalu lalang penumpang lain.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika opsi diatas tidak bisa dilakukan?

Anda bisa menyimpan sepeda Anda di sudut sempit yang berada di antara pintu dan kursi penumpang. Usahakan pintu tersebut berada di sisi yang tidak banyak digunakan untuk naik turun penumpang.

Sebagai contoh, jika Anda berangkat dari Cikarang atau Bekasi menuju Manggarai, pintu yang lebih banyak digunakan adalah pintu yang berada di sisi kiri dari arah datangnya kereta.

Ketiga adalah hal yang sangat penting, yakni memperhatikan celah peron. Karena tak dapat dipungkiri beberapa stasiun, terutama stasiun dengan bangunan lama memiliki celah peron yang cukup besar. Alhasil, Anda harus sedikit melompat ketika naik atau turun kereta.

Melompat sambil membawa sepeda lipat atau barang bawaan lain berukuran besar tentu bukan hal mudah bagi sebagian orang. Jika Anda mengalami kesulitan, alangkah baiknya meminta bantuan pada petugas yang ada di peron maupun kereta untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, pastikan pula kereta yang Anda naiki mendapatkan peron di stasiun tujuan. Karena masih ada stasiun dengan peron pendek yang tidak mengakomodasi rangkaian panjang seperti Stasiun Jatinegara dan Stasiun Kampung Bandan bagian atas.

Tetapi, tak perlu khawatir karena petugas akan menginformasikan kereta mana yang tidak mendapatkan peron jauh sebelum rangkaian tiba di stasiun lewat pengeras suara.

Setelah menyimak tips diatas, apakah Anda sudah siap untuk pergi ke tempat kerja menggunakan sepeda lipat dari rumah?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda krl
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top