Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

6 Negara Laporkan Kasus Virus Corona di Peternakan Cerpelai

Negara itu yakni Italia, Spanyol, Swedia, Belanda, dan AS bergabung dengan Denmark untuk mencatat keberadaan virus di antara populasi peternakan cerpelai, kata WHO dalam sebuah pernyataan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 09 November 2020  |  10:42 WIB
Cerpelai
Cerpelai

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Organisasi Kesehatan Duni WHO, menyatakan ada enam negara yang telah melaporkan kasus virus korona di cerpelai peternakan.

Negara itu yakni Italia, Spanyol, Swedia, Belanda, dan AS bergabung dengan Denmark untuk mencatat keberadaan virus di antara populasi peternakan cerpelai, kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Kekhawatiran atas infeksi populasi cerpelai muncul dari penemuan mutasi virus baru-baru ini di antara cerpelai di Denmark.

Varian "cluster 5", seperti yang diberi label WHO, memiliki kombinasi mutasi yang belum pernah diamati sebelumnya. WHO mengatakan bahwa "implikasi dari perubahan yang teridentifikasi pada varian ini belum dipahami dengan baik."

"Pengamatan awal menunjukkan bahwa gambaran klinis, tingkat keparahan dan penularan di antara mereka yang terinfeksi serupa dengan virus SARS-CoV-2 yang beredar," kata pernyataan WHO, dilansir dari Fox News. 

Namun, varian "cluster 5" sejauh ini terbukti kurang dihambat oleh antibodi dibandingkan virus normal, yang dikhawatirkan pihak berwenang dapat mengancam keefektifan vaksin dalam pengembangan di seluruh dunia.

Denmark baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memusnahkan hingga 17 juta cerpelai peternakan setelah menemukan bahwa 12 manusia telah tertular bentuk virus yang bermutasi.

"Kami memiliki tanggung jawab besar terhadap populasi kami sendiri, tetapi dengan mutasi yang telah ditemukan, kami memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk seluruh dunia juga," kata Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dalam konferensi pers.

Frederiksen mengatakan pembantaian itu akan terjadi secepat mungkin dan akan melibatkan angkatan bersenjata, menurut The New York Times.

Wabah terus berlanjut di peternakan di seluruh negeri sejak pandemi dimulai.

Pada awal April, pejabat Belanda mencatat keberadaan COVID-19 di setidaknya dua peternakan cerpelai. Spanyol menemukan lebih banyak kasus di peternakan cerpelai pada bulan Juli, yang menyebabkan pemusnahan sekitar 100.000 dalam kasus itu.
Secara keseluruhan, pemerintah Spanyol dan Belanda memusnahkan sekitar 1 juta cerpelai di peternakan di kedua negara.

Amerika Serikat menemukan populasi cerpelai yang terinfeksi pada bulan Agustus di dua peternakan di Utah. Kasus di kedua peternakan dikaitkan dengan infeksi di antara orang-orang yang pernah menangani hewan.

Namun USDA mengatakan, “Saat ini tidak ada bukti bahwa hewan, termasuk cerpelai, memainkan peran penting dalam menyebarkan virus ke manusia. Berdasarkan informasi terbatas yang tersedia hingga saat ini, risiko hewan menyebarkan SARS-CoV-2 kepada manusia tergolong rendah. ”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peternakan Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top