Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekan Angka Stunting Anak di Indonesia, Ini Komentar Menkes Terawan

StraNas menargetkan 100 kabupaten/kota sebagai prioritas pertama, termasuk Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, yang mempunyai angka stunting sebanyak 43 persen.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 25 November 2020  |  09:25 WIB
Ilustrasi anak 'stunting' atau kerdil yang antara lain disebabkan kurang gizi. - Istimewa
Ilustrasi anak 'stunting' atau kerdil yang antara lain disebabkan kurang gizi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah kini semakin serius menangani stunting di Indonesia untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Prevalensi stunting di Indonesia termasuk sangat tinggi, yaitu mencapai 28 persen pada tahun 2019. Sebenarnya, angka tersebut sudah turun dari tahun 2013, dimana mencapai 37 persen balita yang mengalami stunting (Integrated Study of Nutrition for Children Below 5 - SSGBI 2019).

Untuk mengatasi masalah penting ini, Pemerintah Indonesia menempatkan stunting sebagai prioritas nasional dan meluncurkan Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting pada tahun 2018 untuk memperkuat implementasi kerangka kerja kebijakan multisektoral dan mendorong konsolidasi dan konvergensi program di tingkat nasional dan daerah.

StraNas menargetkan 100 kabupaten/kota sebagai prioritas pertama, termasuk Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, yang mempunyai angka stunting sebanyak 43 persen.

Terawan juga mengapresiasi Roche Indonesia atas dukungan dana dalam Stunting Center of Excellence (CoE) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Adapun Stunting Center of Excellence (CoE) dirancang untuk menjadi pusat pelatihan dan inovasi untuk menurunkan angka stunting di provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.

Keberadaan Stunting CoE diharapkan bisa menjangkau 21 puskesmas, 700 tenaga kesehatan, 1825 kader posyandu dan sekitar 100.000 ibu dan anak di wilayah tersebut.

“Saya berharap Stunting CoE dapat menjadi wadah bagi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta peluang seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan intervensi dan inovasi dalam penurunan stunting berbasis kearifan lokal,” ungkap Terawan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Roche Indonesia, Ait-Allah Mejri menegaskan bahwa kemitraan dengan semua pihak sangat penting untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. “Dengan menginisiasi Stunting CoE, kami memperbarui kembali komitmen kemitraan kami dan mendukung upaya Pemerintah yang sangat bagus.”

“Hal ini sejalan dengan visi kami untuk mendefinisikan kembali kemitraan dengan seluruh sistem kesehatan untuk meningkatkan hasil perawatan kesehatan bagi pasien dan membawa pelayanan kesehatan yang inovatif dan dapat diakses oleh semua.”

 

 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak stunting
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top