Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ajak Anak Konsumsi Ikan Untuk Hindari Stunting

Angka prevalensi stunting itu, berpotensi meningkat dengan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia yang berdampak pada sosial dan ekonomi masyarakat.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 17 November 2020  |  18:00 WIB
Stunting bisa dicegah, dengan memberikan makanan bergizi kepada anak. - ilustrasi
Stunting bisa dicegah, dengan memberikan makanan bergizi kepada anak. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA --Kandungan gizi pada ikan dinilai sangat tepat untuk membantu menekan angka stunting terutama pada 1.000 hari pertama. Indonesia saat ini masih terus berupaya untuk menekan rasio angka bayi kerdil akibat kurang gizi.

Artati Widiarti, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mengatakan, keunggulan utama ikan ada untuk membantu mencegah stunting ialah kandungan asam lemak omega 3 yang sangat membantu untuk perkembangan mata, otak, dan jaringan saraf serta memiliki komposisi asam amino lengkap.

"Sehingga mudah dicerna dan diserap tubuh, serta sumber vitamin D dan Kalsium bagi pertumbuhan tulang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/11/2020).

Artati menjelaskan meski pada tahun 2019 prevalensi stunting turun menjadi 27,67 persen dari 30,8 persen pada tahun 2018, tetapi angka ini masih di atas angka toleransi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 20 persen.

Angka prevalensi stunting itu, katanya, berpotensi meningkat dengan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia yang berdampak pada sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk itu, Artati memastikan KKP akan terus mendukung program prioritas percepatan penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.

“Salah satu caranya dengan melakukan intervensi sensitif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan protein khususnya dari ikan untuk perbaikan gizi masyarakat. KKP juga terus mendorong peningkatan konsumsi ikan nasional melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan [Gemarikan],” urainya.

Irma Gustiana Andriani, Psikolog dan Founder ruangtumbuh.id membagikan sedikit tips agar anak terbiasa makan ikan. Menurutnya, tantangan yang sering terjadi pada saat proses belajar makan pada anak adalah gerakan tutup mulut, picky eater, alergi dan kondisi emosional lainnya.

Supaya anak gemar makan ikan, dia mengingatkan perlunya mengutamakan kenyamanan anak saat kegiatan makan. "Suasana menentukan motivasi anak," jelas Andriani.

Selanjutnya, Andriani menyebut penggunaan visualisasi yang menarik untuk perangkat makan, seperti perangkat makan yang colorful dengan tematik tertentu. Menurutnya, anak-anak memerlukan contoh karena pada anak-anak mereka jagonya meniru.

"Sajikan secara unik, kombinasikan dengan menu ikan. Kenalkan tentang ikan melalui kegiatan bermain. Berikan apresiasi pada proses pembelajaran dengan pujian verbal atau non verbal," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikan anak
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top