Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Orang Tanpa Gejala Banyak Sebarkan Covid-19

Kebanyakan infeksi SARS-CoV-2 disebarkan oleh orang-orang tanpa gejala.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 November 2020  |  16:17 WIB
Ilustrasi masker.
Ilustrasi masker.

Bisnis.com, SURABAYA - Orang-orang yang terkena Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala menjadi penyebab sebagian besar penyebaran penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Pada kebanyakan kasus Covid-19, orang tidak mulai menunjukkan gejala, seperti batuk, demam, dan sesak napas, sekitar enam hari setelah terinfeksi.

Selama rentang waktu itu, orang-orang yang positif bisa sangat rentan menularkan penyakitnya dan biasanya mereka tidak menyadari mengidap virus, dan menyebabkan penyebaran yang tidak disengaja.

"Kebanyakan infeksi SARS-CoV-2 disebarkan oleh orang-orang tanpa gejala," kata CDC seperti dilansir dari Health, Kamis.

CDC memperkirakan lebih dari 50 persen dari semua infeksi ditularkan dari orang yang tidak menunjukkan gejala dan ini artinya setengah dari infeksi baru berasal dari dari orang yang mungkin tidak menyadari dirinya bisa menularkan virus ke orang lain.

Inilah alasan masker termasuk yang berbahan kain menjadi penting untuk memperlambat penyebaran COVID-19. Benda ini bisa menghentikan orang yang terinfeksi menyebarkan virus dan melindungi pemakainya terkena tetesan pernapasan orang lain.

"Manfaat penggunaan masker berasal dari kombinasi kendali sumber dan perlindungan pribadi untuk pemakainya. Masker kain tidak hanya secara efektif memblokir sebagian besar tetesan berukuran besar, tetapi juga dapat memblokir tetesan dan partikel halus (juga sering disebut sebagai aerosol) yang lebih kecil dari 10 mikron," kata CDC.

Di Indonesia, pemerintah bersama para pakar kesehatan sudah mengimbau pemakaian masker terutama saat berada di ruang publik. Masker yang dianjurkan antara lain berbahan kain dengan tiga lapis bahan sintetis tanpa tenun dan diatur agar lapisan filtrasi berada di tengah

Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyarankan lapisan kain bisa terdiri dari katun dengan dua lapisan chiffon mengandung polyester-spandex untuk menyaring 80-90 persen partikel.

Efektivitas masker kain yang sesuai standar untuk melindungi Anda dan orang di sekitar Anda dari COVID-19 juga terkait cara pakai secara benar, lalu penerapan jaga jarak satu meter satu sama lain, perilaku mencuci tangan rutin dan tindakan tidak memegang wajah dan masker sebelum mencuci tangan.

Sebelum memakai masker, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO merekomendasikan Anda mencuci tangan dulu, lalu memeriksa kondisi masker apa ada yang rusak atau tidak. Hindari mengenakan masker dengan tali yang longgar. Setelahnya, pakai masker menutupi hidung dan mulut tanpa memberi celah pada sisi-sisinya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top