Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hari Aids Sedunia, Ini Makna dan Cerita di Balik Simbol Pita Merah

Sebagai simbol, pegiat kampanye meminta masyarakat untuk memakai pita merah di dada sebagai simbol kepedulian untuk mengenang pasien yang meninggal akibat terinfeksi virus HIV/AIDS.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  06:24 WIB
Hari AIDS Sedunia - timeandate
Hari AIDS Sedunia - timeandate

Bisnis.com, JAKARTA - Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari HIV/AIDS di seluruh dunia.

Sebagai simbol, pegiat kampanye HIV/AIDS meminta masyarakat untuk memakai pita merah di dada sebagai simbol kepedulian untuk mengenang pasien yang meninggal akibat terinfeksi virus HIV/AIDS.

Lantas, apa latar belakang simbol pita merah untuk memperingati Hari HIV/AIDS sedunia?

Dilansir dari situs worldaidsday.org, dua belas seniman berkumpul di sebuah galeri di East Village New York para 1991 atau satu dekade setelah munculnya virus HIV. Mereka bertemu untuk membahas proyek baru AIDS Visual, organisasi seni kesadaran HIV di New York.

Di sana, mereka menemukan apa yang akan menjadi salah satu simbol paling dikenal dalam dekade ini: pita merah. Pita merah ipakai untuk menandakan kesadaran dan dukungan bagi orang yang hidup dengan HIV.

Kala itu, virus HIV sangat distigmatisasi. Komunitas hidup dengan HIV sebagian besar masih tersembunyi. Para seniman ingin menciptakan ekspresi visual kasih sayang untuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Para seniman mengambil inspirasi dari pita kuning yang diikat di pohon untuk menunjukkan dukungan bagi pertempuran militer AS dalam Perang Teluk.

Selain itu, mereka memutuskan bahwa lingkaran elegan dari bentuk pita mudah dibuat dan ditiru. Seniman asal New York ini menghindari warna tradisional yang terkait dengan komunitas gay, seperti garis merah muda dan pelangi

"Mereka ingin menyampaikan bahwa HIV relevan bagi semua orang. Mereka memilih merah karena keberaniannya, dan karena asosiasi simbolisnya dengan gairah, hati, dan cinta," tulis situs worldaidsday.org seperti dikutip Bisnis, Senin (1/12/2020).

Pada masa-masa awal, para seniman membuat pita sendiri dan mendistribusikannya ke berbagai galeri seni dan teater di New York. Awalnya, mereka menyertakan beberapa teks untuk menjelaskan signifikansi pita, tetapi saat pita menjadi lebih terkenal. Namun, hal itu tidak lagi diperlukan.

Dalam beberapa minggu, pita merah bisa dilihat di tempat-tempat terkenal, bahkan ajang karpet merah (Red Carpet) penghargaan bergengsi Oscar.

Simbol pita merah diulas oleh di halaman depan koran media ternama dan menjadi diakui secara universal. Puncaknya, lebih dari 100 ribu pita merah disematkan di dada masyarakat dalam acara konser tribut untuk vokalis band Queen, Freddie Mercury.

Freddie Mercury Tribute Concert yang diadakan di Stadion Wembley London pada Minggu Paskah 1992. Salah satu musisi yang mengisi acara tersebut, yakni George Michael ikut mengenakannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hiv/aids
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top