Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seni, Jawaban Dari Krisis Sosial Ekologi

Kebudayaan seni menjadi penting saat krisis sosial ekologi sedang melanda dunia, dan ketika menghadapi ketidakpastian.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  02:40 WIB
Sejumlah seniman mempertunjukkan seni Ondel-Ondel Betawi di Bundaran HI, Jakarta. - Antara / Yudhi Mahatma
Sejumlah seniman mempertunjukkan seni Ondel-Ondel Betawi di Bundaran HI, Jakarta. - Antara / Yudhi Mahatma

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 mengubah wajah sosial ekologi secara drastis. Kesenian dan kebudayaan memiliki peran yang sentral dan sangat strategis, seniman bisa menggunakan medium seni untuk mengatasi krisis sosial-ekologi ini.

Dirjen Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid mengatakan bahwa pendekatan budaya kesenian bukan saja merupakan satu alternatif tetapi sesungguhnya menjadi tenaga utama untuk mengatasi krisis sosial ekologi ini. Memang seharusnya ada yang bisa lebih mengangkat lebih strategis ke permasalahan ini.

“Mengapa kebudayaan seni menjadi penting yang pasti krisis sosial ekologi yang kita hadapi masih akan berlangsung. Berbagi cerita dengan seniman merupakan langkah-langkah kreatif dan inovatif, kreatifitas harus dibangun dan diperluas untuk pemulihan,” ujarnya dalam Siaran CangKir KoPPI, Senin (30/11/12).

Tujuan besar dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk mentransformasi pengalaman dan pembelajaran dalam memanfaatkan aset lokal dalam rangka adaptasi dan mitigasi menghadapi krisis sosial ekologi di berbagai wilayah.

Sementara tujuan khusus yang ingin dicapai adalah:

1. Berbagi ide dan praktik baik yang telah diinisiasi agar mampu menginspirasi banyak pihak di berbagai belahan bumi Nusantara ini.

2. Membangun lingkar belajar dan pengetahuan dalam rangka mengatasi krisis sosial ekologi dengan berbagai pendekatan termasuk seni budaya dan Inklusi Sosial

3. Menjaring berbagai ide dan praktik baik untuk nantinya dapat dibawa dalam Jambore Nusantara II pada tahun 2021 mendatang.

Salah satu seniman yang berbagi pengalaman adalah Cok Sawitri atau Cokorda Sawitri, seniman, sastrawan, dan aktivis perempuan yang banyak memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya Bali. Ia melakukan kegiatan pelestarian tenun asli Bali yang terkait langsung dengan pelestarian tanaman pewarna alam dan pohon penghasil kapas.

Pada tahun 2017, Cok Sawitri membuat Arja Siki “Kampanye Calon Gubernur Air” menggunakan tata visual yang dirancang oleh Adrian Tan. Dibuka dengan tampilan Kelompok Penari Misra yang membawakan tarian bertajuk “Sesapi Ngundang Ujan” dengan Ida Ayu Arya Satyani sebagai koreografer.

Pagelaran ini menunjukkan bahwa pengelolaan air di Bali salah satunya Cekungan Air Tanah (CAT), membutuhkan kebijakan-kebijakan yang menyeluruh dan tidak hanya mementingkan bagian-bagian yang membentuknya. Tidak mudah membuat pagelaran yang bersinggungan dengan politik.

“Konsekuensinya dijauhi setelah bikin karya-karya strategis, dari awal seni teater saya melawan. Saya buktikan dengan kerja, saya nggak pernah berhenti bekerja dan konsisten sampai sekarang, saya nggak membangun hoax sikap saya humanis tapi tegas saya nggak suka menjilat,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seni budaya pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top