Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riset Populix: Ini Situs E-Commerce Paling Laris Selama Pandemi

Menurut data yang dirilis Populix, sepanjang tahun 2020 persaingan untuk menggaet jumlah transaksi di platform e-commerce begitu ketat. Persaingan tersebut ditandai dengan banyaknya promo maupun hadirnya fitur andalan dari masing-masing platform.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 16 Desember 2020  |  19:52 WIB
Ecommerce - alleywatch.com
Ecommerce - alleywatch.com

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas belanja online mengalami peningkatan tajam selama berlangsungnya pandemi COVID-19.

Peningkatan tersebut dipicu oleh terbatasnya ruang gerak masyarakat selama pandemi. Alhasil, platform belanja online atau e-commerce dianggap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut data yang dirilis Populix, sepanjang tahun 2020 persaingan untuk menggaet jumlah transaksi di platform e-commerce begitu ketat. Persaingan tersebut ditandai dengan banyaknya promo maupun hadirnya fitur andalan dari masing-masing platform.

Populix yang merupakan platform market research yang bisa membantu pelaku usaha dalam mencari tahu kebutuhan pasar dengan jutaan responden di berbagai wilayah di Indonesia menyebut, tidak semua e-commerce mampu bertahan dan untung besar pada masa pendemi ini. Beberapa di antaranya bahkan harus gulung tikar.

“E-commerce milik PT Telekomunikasi Indonesia, misalnya, menjadi salah platform yang tidak mampu bertahan. Blanja.com, sejak 1 September 2020, harus menepi dari persaingan platform e-commerce di Indonesia,” beber Jessica Gautama, Head of Marketing Populix dalam keterangan tertulisnya.

Dalam sebuah survei yang melibatkan 6285 responden, Populix menyebut setidaknya ada tiga platform e-commerce yang saat ini menjadi favorit masyarakat Indonesia. Urutan pertama ditempati Shopee dengan raihan 55% suara responden laki-laki dan 79% responden perempuan.

Keberhasilan Shopee tidak lepas dari strategi promosi dan layanannya. Shopee leading dengan menawarkan promo ongkos kirim dan cashback.

“Selain itu, Shopee juga memperkuat sisi teknologinya melalui pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan In-app games,” sebut Jessica.

Tokopedia berada di urutan kedua. E-commerce lokal ini dipilih oleh 18% responden pria dan 7% responden wanita. Tahun ini, Tokopedia meluncurkan fitur quick reply chat serta menyediakan weekly summary sales and order bagi mitranya. Sementara untuk konsumen, Tokopedia hadirkan pengalaman belanja langsung lewat fitur Tokopedia Play.

Pada urutan ketiga, ada e-commerce Lazada yang memperoleh 14% suara responden laki-laki dan 9% responden wanita. Lazada terbilang gencar dalam melakukan promosi kreatif seperti menggaet aktor termahal Korea Selatan, Lee Min Ho, sebagai Regional Brand Ambassador-nya. Selain itu, Lazada juga gencar banting harga, memberi layanan live streaming, dan terus memperluas segmentasi konsumennya.

Dari survei yang dilakukan, Populix juga merilis sejumlah data tentang tren belanja online lainnya. Dari kategori usia, Milenial dan GenZ masih mendominasi aktivitas belanja online. Usia 18-21 tahun dan 22-28 tahun memiliki angka tertinggi dalam aktivitas belanja online dengan masing-masing 35% dan 33% suara koresponden. Mayoritas konsumen, sebanyak 40% berasal dari Pulau Jawa (non Jabodetabek). Sementara 31% lainnya berasal dari Jabodetabek.

Yang tak kalah menarik adalah munculnya data produk yang paling sering dibeli konsumen via belanja online. Produk make up menjadi produk yang paling laris dibeli perempuan semasa pandemi. Angkanya mencapai 49% dari total responden.

“Rata-rata, anggaran yang dihabiskan oleh konsumen untuk belanja online sebanyak Rp50-500 ribu dengan metode pembayaran yang cukup beragam,” kata Jessica.

Sebagian besar konsumen masih memilih cash on delivery alias bayar di tempat. Sementara, untuk mengakses platform e-commerce dan melakukan transaksi, 9 dari 10 konsumen menggunakan smartphone.

Tentunya, survei di atas akan memberi gambaran bagaimana memulai atau menjalankan usaha di tengah pandemi. Perubahan data dan tren konsumen harus selalu dipelajari, terutama bagi pelaku bisnis dengan platform digital.

“Dengan Data yang tepat, pelaku bisnis dapat mengenal lebih baik lagi mengenai perubahan kebutuhan konsumen di masa pandemi ini sehingga mereka dapat membuat keputusan secara efektif dan efisien,” tutup Jessica.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riset ecommerce
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top