Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lagi, Petugas Medis Alami Reaksi Parah Usai Disuntik Vaksin Corona Pfizer

Manajemen Pfizer sedang melakukan pemantau terhadap reaksi alergi serius bagi orang yang mendapatkan suntikan vaksin corona, untuk memperbarui pelabelan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  08:02 WIB
Petugas kesehatan mengalami reaksi serius usai mendapatkan vaksin virus corona Pfizer-BioNTech. - ilustrasi
Petugas kesehatan mengalami reaksi serius usai mendapatkan vaksin virus corona Pfizer-BioNTech. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang petugas kesehatan menderita reaksi alergi yang serius dalam beberapa menit setelah menerima suntikan virus corona Pfizer/BioNTech.

Perawat yang tidak memiliki riwayat alergi sebelumnya, kini dalam kondisi stabil setelah mendapat perawatan langsung di rumah sakit di Juneau, Alaska, di mana dia diberikan vaksinasi Covid-19. Wanita itu diketahui menderita reaksi anafilaksis parah yang dimulai 10 menit setelah menerima vaksin corona.

Ruam dengan cepat menyebar ke seluruh wajah dan tubuhnya. Tak hanya itu, pernapasan serta detak jantungnya juga menjadi cepat hingga akhirnya dia dilarikan ke ruang gawat darurat.

Direktur rumah sakit, Lindy Jones mengatakan gejala yang dialami petugas medis paruh baya itu mereda ketika diberi dosis epinefrin untuk pengobatan alergi.

Seorang juru bicara Pfizer mengatakan pihaknya belum memiliki semua rincian laporan dari Alaska tentang kemungkinan reaksi alergi yang serius tetapi secara aktif bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk menilai. “Kami akan memantau dengan cermat semua laporan yang menunjukkan reaksi alergi serius setelah vaksinasi dan memperbarui bahasa pelabelan jika diperlukan," ujarnya seperti dilansir dari Express UK, Jumat (18/12/2020). 

Kata dia, informasi peresepan memiliki peringatan atau pencegahan yang jelas bahwa perawatan medis yang tepat dan pengawasan harus selalu tersedia jika terjadi peristiwa anafilaksis yang jarang terjadi setelah pemberian vaksin.

Mantan Kepala Ilmuwan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) Jesse Goodman mengatakan kasus yang terjadi di Alaska memang mengkhawatirkan, tetapi mengatakan informasi harus diketahui untuk lebih memahami risikonya.

"Yang perlu kita ketahui adalah berapa banyak dosis yang telah diberikan? Apakah ini akan menjadi insiden yang lebih tinggi dengan vaksin ini dibandingkan dengan yang lain? Kami harus mencari tahu hal-hal itu untuk menginformasikan apakah itu mengubah rekomendasi atau bagaimana ini digunakan," tuturnya.

Reaksi merugikan di Alaska serupa dengan dua kasus yang dilaporkan minggu lalu di Inggris ketika dua pekerja NHS menderita reaksi anafilaksis terhadap suntikan. Keduanya kini telah pulih sepenuhnya.

Regulator medis Inggris telah mengatakan bahwa siapapun dengan riwayat anafilaksis, atau reaksi alergi parah terhadap obat atau makanan, tidak boleh mendapatkan vaksin corona Pfizer-BioNTech. Tetapi FDA mengatakan kebanyakan orang Amerika dengan alergi harus aman untuk menerima vaksin.

Dikatakan hanya orang yang sebelumnya memiliki reaksi alergi parah terhadap vaksin atau bahan dalam vaksin khusus ini yang harus menghindari suntikan.

Para ahli mengatakan kasus di AS dan Inggris menunjukkan sistem rumah sakit diperlengkapi dengan baik untuk menemukan gejala yang mengkhawatirkan pada orang setelah mereka diberi suntikan. 

Vaksin corona Pfizer adalah menggunakan materi genetik, yang disebut mRNA, yang dilapisi gelembung lemak. Dr Paul Offit, seorang ahli vaksin dan anggota panel penasehat luar yang merekomendasikan FDA mengesahkan vaksin Pfizer, mengatakan molekul yang melindungi materi genetik disebut polietilen glikol. Dia mengatakan itu dianggap sebagai faktor utama untuk memicu reaksi alergi, tetapi perlu tes lebih lanjut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga medis tenaga kesehatan pfizer Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top