Pameran mobil
Relationship

5 Tips Beli Mobil Baru dengan Tunai Tanpa Ribet

Nirmala Aninda
Selasa, 22 Desember 2020 - 16:06
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Membeli kendaraan dengan opsi cicilan jauh lebih umum dengan rerata harga jualnya sekarang, tetapi ada juga dari pembeli yang lebih suka membayaar tunai untuk kendaraa baru.

Ada banyak keuntungan membayar tunai untuk mobil baru. Beberapa keuntungan ini antara lain menghabiskan lebih sedikit uang, Anda dipaksa harus membuat keputusan yang bijak, disiplin, tidak ada hutang dan bunga yang berat, berpotensi mendapatkan diskon dan banyak lagi.

Tapi kekurangannya adalah tabungan Anda bisa terkuras dalam jumlah besar. Di samping itu, tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapat proteksi asuransi mobil dari dealer, lain halnya ketika Anda membelinya dengan cara kredit.

Meski demikian, ada berbagai alasan mengapa seseorang akhirnya memutuskan untuk membelinya secara tunai. Berikut adalah tips cerdas membeli mobil secara tunai dari Lifepal.co.id.

1. Tentukan waktu membeli

Tentukanlah waktu membeli mobil jauh-jauh hari, sebut saja dalam waktu minimal 6 bulan atau satu tahun sebelumnya.

Mobil merupakan aset yang harganya tidak murah, itu sebabnya membeli mobil tentu membutuhkan perencanaan yang baik. Membeli mobil secara tunai tanpa perencanaan waktu justru akan menguras tabungan dalam jumlah besar.

Apa jadinya ketika tabungan Anda terkuras secara tiba-tiba dalam jumlah besar? Apakah sisanya masih cukup untuk biaya makan per bulan, membayar tagihan air, listrik, internet, dan lainnya?

2. Hitung harga mobil dengan metode inflasi

Jika Anda berniat membelinya tahun depan, maka besar kemungkinan harganya tidak lagi sama dengan di tahun ini.

Anggap saja harga mobil yang Anda ingin beli saat ini adalah Rp200 juta. Maka berapa Rupiah harga mobil tersebut di dua tahun lagi jika asumsi kenaikan harganya mencapai 10%?

Lakukanlah perhitungan dengan menggunakan metode time value of money atau menggunakan kalkulator inflasi dari Lifepal (https://lifepal.co.id/media/kalkulator-inflasi/)

3. Pilih instrumen investasi untuk mengumpulkan dana membeli mobil

Ketika Anda berniat membeli mobil dua tahun ke depan yang harganya Rp 242 juta, kumpulkanlah dana Anda di instrumen investasi rendah risiko.

Dengan berinvestasi, proses pengumpulan dana yang Anda lakukan akan menjadi lebih ringan. Hal itu disebabkan karena imbal hasil beberapa produk investasi jelas melebihi bunga di tabungan bank.

Beberapa instrumen investasi yang bisa Anda pilih untuk tujuan di bawah satu tahun hingga tiga tahun adalah deposito, reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, dan surat utang negara. Bila Anda memilih reksa dana, maka Anda bisa melakukan investasi dengan metode cost averaging atau berkala.

4. Kesampingkan gengsi dalam memilih mobil

Pilihlah mobil sesuai dengan kebutuhan Anda. Bila Anda sudah berumah tangga dan tinggal di wilayah rawan banjir, mobil 7 seater dengan ground clearance tinggi tentu menjadi pilihan yang cerdas.

Sebagian dari kita mungkin merasa gengsi saat membeli mobil dengan merek dan desain yang tidak sesuai dengan kemauan. Namun belum tentu merek dan desain yang kita inginkan memenuhi kebutuhan kita ke depan.

5. Jangan menyerah untuk memburu diskon

Usahakan untuk meminta diskon setiap kali Anda ingin membeli kendaraan roda empat ini. Dengan adanya diskon, maka Anda bisa mengalokasikan sisa dana untuk membeli mobil ke kebutuhan lain, sebut saja untuk menambah dana darurat (bila kurang) atau membayar asuransi mobil.

Harga mobil kondisi baru namun produksi lama umumnya akan didiskon oleh diler.

Setelah mobil baru berhasil Anda beli, ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan.

Kepemilikan mobil juga harus disertai dengan kepemilikan dana darurat yang cukup dan ketersediaan asuransi mobil. Ada banyak risiko yang terkait kepemilikan mobil yang harus diwaspadai pemiliknya.

Beberapa yang umum terjadi adalah ban kempes, dan rusaknya komponen akibat pemakaian yang dapat ditanggulangi dengan dana darurat Anda.

Asuransi akan lebih bermanfaat untuk risiko yang lebih besar seperti bencana alam hingga pencurian.

Adapun, dengan memiliki mobil baru, maka nilai aset Anda akan bertambah yang akhirnya berdampak ke pertumbuhan nilai kekayaan bersih. Makin tinggi kekayaan bersih seseorang maka makin besar pula aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) yang dibutuhkan.

Besaran aset lancar yang ideal adalah 15 hingga 20% dari kekayaan bersih.

Mobil tentunya memiliki biaya operasionalnya tersendiri sebut saja seperti biaya BBM, pajak tahunan, servis ringan, dan lain sebagainya.

Itulah sebabnya mengapa Anda wajib memiliki jumlah aset lancar yang cukup.

Penulis : Nirmala Aninda
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro