Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mirip Flu, Kenali Gejala Kanker Nasofaring

Jenis kanker nasofaring memang tak banyak dikenal karena terbilang cukup jarang dibicarakan, padahal jenis ini masuk dalam kategori kanker hidung yang berasal dari sel epitel nasofaring
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  11:32 WIB
Penderita flu - Istimewa
Penderita flu - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebelum pandemi Covid-19, memiliki gejala flu seringkali dianggap remeh dan hanya disembuhkan pasien dengan pengobatan biasa.

Faktanya, sebelum pandemi ini, flu atau ingus yang mengganggu hidung ternyata bisa saja merupakan gejala penyakit berbahaya yakni kanker nasofaring. 

Jenis kanker nasofaring memang tak banyak dikenal karena terbilang cukup jarang dibicarakan, padahal jenis ini masuk dalam kategori kanker hidung yang berasal dari sel epitel nasofaring di rongga belakang hidung dan langit-langit rongga mulut.

Kanker yang terdapat di bagian terdalam dari hidung ini memang tidak mempunyai gejala yang khas. Penderita biasanya hanya merasakan pilek, sering keluar darah dari hidung namun bukan mimisan. Hal itu berlanjut dengan timbulnya benjolan di sekitar leher hingga akhirnya membesar.

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2018 yang dikutip Selasa (29/12/2020),kanker nasofaring hanya mengambil bagian 0,7 persen dari keseluruhan kasus kanker yang ada. Kanker nasofaring mencatatkan ada 80 ribu kasus baru dalam setiap tahunnya. Masih berdasarkan catatan WHO, kanker nasofaring terjadi pada 20-30 kasus per populasi 100 ribu pria dan 8-15 kasus per populasi 100 ribu wanita di China dan Asia Tenggara. Sementara di Amerika dan Eropa, kanker ini hanya terjadi sebanyak 1 kasus dari populasi 100 ribu jiwa.

Kanker nasofaring berkembang di area yang sulit terjangkau yakni pada kerangka hidung dan mulut. Belum banyak kajian yang bisa memastikan penyebab utama sel kanker ini bisa berkembang cepat.

Meski demikian, ada banyak ahli medis meyakini kanker jenis ini disebabkan oleh mutasi genetik yang menyebabkan sel-sel normal tumbuh di luar kendali. Rokok, juga menjadi salah satu pemicu berkembangnya sel kanker ini.

Beberapa faktor lain adalah usia, virus Eptenin-Barr, kecenderungam genetik, ras, juga ketergantungan pada alkohol. Faktor lain yang cukup unik adalah kelamin, pasalnya laki-laki cenderung lebih banyak yang mengalami kanker ini ketimbang perempuan.

Mengutip dari situs web cancer.org, sel-sel kanker yang tumbuh di luar kendali berpotensi menyerang struktur laim di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Pada kasus kanker nasofaring, proses ini dimulai pada sel skuamosa yang melapisi permukaan nasofaring.

Selain sangat sumir gejalanya bak flu biasa, para ahli mengakui bahwa jenis kanker ini tak seperti kanker lain karena kanker nasofaring baru menunjukkan gejala pada stadium akhir. Faktor lain yang membuat sulit terdeteksi adalah lokasi tumor yang tersembunyi, membuat kanker ini sulit terdeteksi.

Untuk lebih detil dan jelas, berikut beberapa gejala kanker nasofaring yang berhasil dihimpun Bisnis.com;

1. Gejala pada hidung
Gejala pada hidung umumnya berupa pendarahan pada hidung. Bentuknya seperti mimisan namun terjadi berulang kali. Gejala itu juga kerap disertai hidung tersumbat terus menerus dan tak kunjung sembuh.

2. Gejala pada telinga
Pengidap kanker nasofaring serinh merasa dan mendengar dengungan dalam telinga. Dengung tersebut kerap terasa penuh pada satu sisi tanpa disertai rasa sakit. Namun secara perlahan, kondisi itu bisa membuat kemampuan pendengaran berkurang.

3. Gejala pada mata
Karena masih berada pada area atas kepala dan hidung,ertumbuhan tumor nasofaring bisa menyebabkan gangguan pada saraf yang berada sekitar otak. Salah satu gejala adalah timbulnya keluhan mata pandangan ganda.

4. Benjolan pada leher
Benjolan pada lehet muncul akibat kelenjar getah bening pada leher membengkak. Biasanya gejala berupa benjola ini muncul pada pasien kanker nasofaring stadium akhir.

Dalam stadium awal, perlu diingat bahwa para pengidap kanker ini akan mengalami gejala ringan. Umumnya hanya berupa hidung tersumbat, sakit kepala, dam infeksi telinga.

Jika Anda merasa ada perubahan yang tidak biasa, apalagi ada banyak kondisi dan gejala terjadi pada diri Anda, maka ada baiknya segera periksa ke dokter. Misalnya saja seperti hidung tersumbat dalam waktu lama, segeralah mengunjungi dan konsultasi pada tim medis terdeteksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker flu
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top