Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ortodonti, Bukan Sekadar Pasang Kawat Gigi

Perawatan ortodonti kerap dikenal sebagai kawat gigi atau behel. Namun sebenarnya lebih dari itu.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  16:29 WIB
Ortodonti bisa mengubah bentuk gigi tonggos menjadi lebih rapi. - ilustrasi
Ortodonti bisa mengubah bentuk gigi tonggos menjadi lebih rapi. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA- Gigi merupakan salah satu penunjang penampilan. Tentu, gigi yang tersusun dengan rapi dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Seperti yang disampaikan Spesialis Ortodonti di RS Pondok Indang drg. Benny M. Soegiharto. Penampilan dan struktur gigi bukan hanya mempengaruhi fungsi kunyah dan berbicara, namun juga estetika.

"Ada faktor psikososial. Ada yang merasa rendah diri saat senyumnya tidak sempurna," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (12/1/2021).

Bagi yang mengalami struktur gigi yang buruk seperti gigi berantakan, tonggos, miring, dan cameh atau rahang bagian bawah maju ke depan hingga membuat gigi bawah lebih maju daripada gigi dan rahang atas, menurutnya tidak perlu khawatir. Hal ini bisa diatasi dengan perawatan ortodonti.

Perawatan ortodonti kerap dikenal sebagai kawat gigi atau behel. Namun sebenarnya lebih dari itu.

Benny menjelaskan ada tiga tahapan ortodonti. Pertama preventive orthodontics. Biasanya dilakukan pada anak usia 5-10 tahun. Perawatan ini diambil ketika terjadi disharmoni rahang yang tidak terlalu parah.

Sesuai namanya, perawatan ini bersifat pencegahan. Misal pemasangan space maintainer untuk memberi ruang bagi gigi yang akan tumbuh. "Kalau tidak dikasih space, akan menahan gigi yang akan keluar. Banyak orang tua menyepelekan," sebutnya.

Kedua, interceptive orthodontics. Biasanya dilakukan pada usia 7-13 tahun dengan adanya kondisi dentokraniofasial. Asimetri dentokraniofasial merupakan suatu hal yang kompleks karena dipengaruhi oleh gigi, prosesus alveolar, serta otot wajah yang terletak disekitar gigi.

Kondisi ini dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan atau tumbuh kembang. Bisa juga karena kebiasaan buruk seperti menghisap ibu jari.

"Kita intervensi agar disharmoni tidak parah dan terlalu kompleks. Perawatan ortodonti harus dipikirkan agar efisien dan efektif. Bukan 7 tahun dipasang kawat gigi," sebutnya.

Tahapan terakhir yakni comprehensive orthodontics. Biasanya masuk usia remaja hingga dewasa yang memiliki disharmoni dentokraniofasial yang parah. 

Dalam melakukan perawatan, biasanya spesialis ortodonti menggunakan tiga macam alat yang disesuaikan dengan kondisi gigi. Yakni alat lepasan, alat tumbuh kembang, dan alat cekat baik yang konvensional, self ligating, dan miniscrew.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gigi dokter gigi
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top