Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bagaimana Radiasi Smartphone Pengaruhi Aktivitas Otak Manusia?

Orang yang menggunakan smartphone untuk durasi yang lama akan terpapar radiasi elektromagnetik dari ponsel dan perubahan frekuensi pola gelombang otak.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  16:31 WIB
Sejumlah remaja menggunakan smartphone/ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020) - ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Sejumlah remaja menggunakan smartphone/ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020) - ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) telah membuat orang-orang menghabiskan waktu lebih banyak menggunakan ponsel dan smartphone.

Semua orang tahu bahwa radiasi seluler berbahaya bagi kesehatan, namun waktu yang kita habiskan untuk mengobrol dan menjelajah melalui ponsel selalu melebihi dari biasanya. 

Ahli dari Departemen Neurologi, AIIMS Manjari Tripathi mengungkapkan bahwa untuk mengetahui bagaimana radiasi seluler berdampak pada tubuh manusia, maka AIIMS dan Environics melakukan uji klinis untuk menyelidiki pengaruh radiasi ponsel terhadap aktivitas otak.

Sebagai bagian dari penelitian, para partisipan terpapar radiasi elektromagnetik dari ponsel dan perubahan frekuensi pola gelombang otak diamati. Relawan adalah individu sehat tanpa riwayat gangguan neurologis.

“Kami telah melihat sakit kepala, gangguan tidur, gangguan memori, pikiran berkabut, mudah tersinggung, impulsif, sakit tangan, sakit leher, penurunan penglihatan dan kehilangan dll sebagai akibat dari ponsel yang berlebihan menggunakan," ungkap Tripathi seperti dikutip dari Times of India, Kamis (28/1/2021).

Ajay Poddar, pakar Syenergy Environics menambahkan studi dengan AIIMS, maka ada evaluasi EEG (electroencephalogram) yang memonitor aktivitas listrik di otak. Pada dasarnya ada empat gelombang yang keluar dari otak kita. Ada gelombang alfa, beta, theta, dan delta yang dihasilkan dari otak kita dan mewakili aktivitas otak yang berbeda.

“Kami mempelajari implikasinya dan memilih ukuran statistik dari 30 sukarelawan dan memilih instrumen yang sangat canggih. Kami membuat orang berbicara di telepon selama 5 menit tanpa EnviroChip dan kemudian dengan EnviroChip. Kami memberi mereka istirahat dan memeriksa aktivitas otak mereka," ungkapnya.

Saat data dianalisis, ditemukan bahwa gelombang alfa dan theta - keduanya gelombang yang berhubungan dengan perasaan rileks - menunjukkan gelombang yang berfluktuasi, yang berarti menimbulkan stres bagi tubuh.

Tripathi menambahkan, “Sesuai dengan eksperimen yang kami lakukan di AIIMS, gelombang alpha, theta menunjukkan peningkatan yang lebih besar ketika ponsel diperbaiki dengan EnviroChip, dibandingkan dengan penggunaan ponsel tanpa hal yang sama. Bentuk gelombang ini berhubungan dengan keadaan relaksasi pikiran."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone ponsel otak
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top