Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bahaya Layar Laptop dan Ponsel Bagi Mata Anak

Kerusakan mata bisa terjadi, jika anak menatap layar komputer atau ponsel selama berjam-jam tanpa jeda.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  15:51 WIB
Ilustrasi anak kecil dengan smartphone - flickr
Ilustrasi anak kecil dengan smartphone - flickr

Bisnis.com, JAKARTA – Penerapan kelas online selama masa pandemi virus corona berpengaruh buruk bagi kesehatan mata anak. Hal ini karena mereka dipaksa untuk berlama-lama menatap layar ponsel atau komputer hingga menyebabkan mata tegang dan kelelahan.

Melansir Times of India, Rabu (1/7/2020), para ahli kesehatan mengatakan kelas online menjadi beban tambahan pada mata anak-anak yang sudah tegang.

“Meskipun kelas virtual adalah langkah yang sangat dibutuhkan, masalah mata juga melonjak di tengah pandemi, dengan mata merah dan sakit kepala menjadi yang paling umum. Dan jika tidak segera diatasi, ini dapat menyebabkan masalah serius dalam jangka panjang, ” ujar dokter mata dan ahli bedah mata, Bhujang Shetty.

Dokter Mata Mridula menjelaskan mata manusia tidak diperuntukkan menatap layar dalam jangka waktu yang lama. Dengan demikian, berjam-jam di depan komputer atau ponsel dapat menyebabkan kerusakan pada mata. Bagi anak-anak yang sudah memakai kacamata, bahkan bisa menambah intensitas kadar lensa mata mereka.

“Bahkan sebelum lockdown, kami telah menasehati orang tua untuk membatasi waktu layar anak-anak mereka. Mengingat organ anak-anak masih dalam tahap perkembangan, terutama mata dan retina mereka, penting untuk membatasi waktu menatap layar untuk menghindari kerusakan, terutama selama masa-masa ini, ”kata Dokter Anak Mayuri Yeole.

Sementara itu, dr. Bhujang menyebut kegiatan di luar ruangan baik untuk kesehatan fisik dan juga mata anak-anak. Orang tua harus memastikan bahwa anak-anak mereka menghabiskan cukup waktu di bawah sinar matahari.

Setelah sekolah dibuka kembali, pihak berwenang juga harus mempertimbangkan ini sebagai prioritas untuk memastikan bahwa siswa keluar dan bermain. Ini meningkatkan kesehatan mata dan memberikan hidrasi yang sangat dibutuhkan untuk mata. Bahkan beberapa jam di bawah sinar matahari dapat membantu mengatasi rabun jauh (miopia). Dia juga menyarankan agar mata selalu berkedip 15 kali setiap menit.

Di sisi lain, Bhujang meminta agar pihak sekolah memperpendek slot waktu kelas online. Kemudian para orang tua harus memastikan laptop diletakkan dengan posisi yang pas setidaknya agak ke bawah dari pandangan mata. Postur ini membantu mengurangi penguapan air mata, yang jika tidak mengarah pada kekeringan, gatal dan iritasi.

Lalu, disarankan agar duduk sekitar dua kaki dari layar komputer untuk mengurangi kelelahan mata, kurangi silau layar dengan menyesuaikan kecerahan dan filter, pastikan ruangan berventilasi baik. Ikuti aturan 20-20-20 untuk mencegah ketegangan mata - yaitu, setiap 20 menit, lihat sesuatu yang berjarak 20 kaki selama 20 detik.

Sebaiknya, kurangi penggunaan laptop atau handphone di luar kelas online. Jangan lupa agar meminta anak-anak untuk bermain di luar setidaknya selama satu jam setiap hari, daripada bersantai di rumah dengan bermain game atau menonton televisi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone anak mata kesehatan mata
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top