Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandemi, GoPay Dominasi Transaksi Digital

Pembayaran digital melalui smartphone menjadi gaya hidup masyarakat di era pandemi virus corona (Covid-19).
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 01 Februari 2021  |  21:49 WIB
Warga mengorder ojek online di Jakarta. Bisnis - Abdurahman
Warga mengorder ojek online di Jakarta. Bisnis - Abdurahman

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) yang berkepanjangan membuat transaksi digital kian membesar. Sejumlah perusahaan yang bergerak di jasa keuangan digital pun tumbuh positif selama 2020.

Meski demikian, di tengah kompetisi yang ketat dan beragam promo yang ditawarkan ke konsumen, kehadiran layanan transaksi digital dibawah ekosistem Gojek, yakni Gopay ternyata semakin menunjukkan dominasinya.

Hal tersebut seperti hasil survei yang Sharing Vision pada Desember 2020, yang menunjukkan bahwa GoPay dinyatakan sebagai layanan uang digital paling banyak digunakan di Indonesia.

Berdasarkan hasil survey bertemakan eChannel Fintech eCommerce & e-Lifestyle tersebut, GoPay menempati peringkat pertama sebagai e-money yang paling banyak digunakan, dipilih 81 persen responden.

Posisi kedua ditempati OVO sebanyak 71 persen. Selanjutnya, Shopeepay menempati posisi ketiga dengan 44 persen, lalu Dana di posisi keempat dengan 41 persen, selanjutnya E-money Mandiri 21 persen, Flazz 18 persen, Link Aja 16 persen, dan Brizzi 5 persen. Sementara itu, i.saku 2 persen, Jakcard 1 persen, Paytren 1 persen, dan lainnya 2 persen.

Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana mengatakan alasan menggunakan e-money bervariasi, mulai dari simple, efisien secara waktu, banyaknya promo yang ditawarkan, tidak perlu datang ke bank, dan aman.

"Sebagian besar uang elektronik dipakai untuk pembayaran delivery makanan, yang dipilih sebanyak 86 persen responden. Pembayaran transportasi online menjadi kedua terbanyak dipilih responden, sebanyak 77 persen," ujarnya seperti dikutip, Senin (1/2/2021).

Ekonom Digital dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menjelaskan keunggulan GoPay tidak terlepas dari kepeloporannya di industri pembayaran digital, sehingga lebih mengerti dan lebih dulu menyesuaikan kebutuhan konsumen.

”GoPay secara kehadiran kan memang lebih dulu dan memiliki basis pengguna Gojek yang juga hadir lebih dulu. Sehingga, kalau masih lebih unggul wajar,” ungkapnya.

Terlebih ekosistem Gojek yang semakin matang saat ini membuat GoPay bukan sekadar digunakan untuk pembayaran transportasi online tetapi jauh meluas karena bisa digunakan untuk berbagai layanan.

”Tren ke depan akan tetap bersaing ketat. Kuncinya adalah penggunaan pembayaran elektronik di luar bisnis transportasi online dan turunannya. Yang bisa melakukan diversifikasi layanan secara cepat dan masih digunakan akan memimpin,” tegasnya.

Dengan jaringan yang terus meluas dan teknologi yang kian berkembang, Go-Pay juga meraih peringkat pertama layanan yang digunakan dalam pembayaran melalui QR-Code, disusul Ovo, Linkaja, Dana, ShopeePay dan layanan lainnya.

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, transaksi secara fisik dibatasi sehingga keberadaan QRIS diyakini akan semakin membantu pelaku usaha.

GoPay sendiri melakukan upaya berupa kemudahan adopsi QRIS bagi para mitra merchant, dengan menyediakan layanan yang bisa diakses secara daring atau online. Sehingga para mitra bisa mengunduh gambar kode QRIS dan mencetaknya sendiri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona ovo pandemi corona GoPay
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top