Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim Hujan, Waspada Penyakit Akibat Bakteri dan Virus

Kasus penyakit menular biasanya meningkat selama musim hujan, akibat infeksi bakteri dan jamur.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  11:46 WIB
Musim hujan sudah memasuki sejumlah wilayah di Indonesia. Waspadai berbagai jenis penyakit menular akibat bakteri dan virus. - AUTO2000
Musim hujan sudah memasuki sejumlah wilayah di Indonesia. Waspadai berbagai jenis penyakit menular akibat bakteri dan virus. - AUTO2000

Bisnis.com, JAKARTA - Pada awal 2021, hujan deras terus menerus mengguyur sebagian wilayah di Indonesia dan menyebabkan banjir. Musim hujan bisa mengundang berbagai jenis penyakit.

Kesehatan menjadi sangat penting selama pandemi virus corona. Musim hujan membuat masyarakat harus lebih sigap menjaga kesehatan agar tidak terinfeksi virus.

Mengutip dari dari ABC Health & Wellbeing, Senin (8/2/2021), berikut risiko kesehatan yang paling sering terjadi saat banjir, termasuk banjir Jakarta.

1. Infeksi bakteri

Air kotor dan lumpur dari banjir yang terjadi di sekitar, seperti di rumah, halaman belakang, jalanan, dan taman bermain dapat menyebabkan berbagai penyakit. Risiko terbesar adalah diare dan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri.

Dokter penyakit menular di Rumah Sakit Royal North Shore Sydney, Australia, Bernie Hudson, menjelaskan setiap luka dan goresan yang didapat di daerah yang terkena banjir harus segera dibersihkan dan ditutup untuk mencegah infeksi. Bila luka tersebut menjadi merah atau Anda merasa demam, langsung cari pertolongan medis.

Air dari banjir dan tanah yang terkontaminasi juga dapat menjadi sumber leptospirosis, yang disebabkan oleh patogen pada kencing tikus. Gejala penyakit tersebut adalah demam, sakit kepala, pendarahan, nyeri otot, menggigil, mata merah, dan muntah-muntah.

Bakteri ini biasanya masuk ke tubuh melalui celah kecil di kulit dan harus diobati dengan antibiotik secepat mungkin. Setelah membersihkan banjir, pastikan untuk benar-benar membersihkan bagian tubuh yang telah terkena air banjir atau lumpur.

2. Virus atau penyakit dari nyamuk

Air yang ditinggalkan oleh banjir dan hujan menyediakan tempat berkembang biak nyamuk, meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan nyamuk. Contohnya demam berdarah, yang disebabkan oleh virus yang ditularkan dari nyamuk Aedes aegypti.

Gejalanya adalah demam tinggi yang timbul secara mendadak, sakit kepala, dan nyeri di belakang mata, otot, dan sendi.

Selain itu, genangan air juga dapat menyebabkan malaria. Gejala malaria adalah demam, menggigil, dan kelelahan. Jika tidak diobati secepatnya, malaria dapat berakibat fatal.

Cara terbaik untuk menghindari penyebaran virus yang ditularkan nyamuk adalah dengan menghentikan perkembangbiakan nyamuk. Kosongkan atau buang wadah yang bisa menampung air, seperti nampan, botol, kaleng, pot bunga, yang ada di rumah atau sekitarnya.

Untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, kenakan pakaian yang longgar dan ringan, gunakan obat nyamuk, dan tutup ventilasi rumah, atau gunakan layar antinyamuk di jendela. Gunakan semprotan nyamuk saat rumah sepi untuk membunuh nyamuk di rumah.

3. Penyakit karena jamur

Jamur juga menjadi masalah bagi banyak orang setelah hujan, bahkan yang belum terkena dampak banjir. Jamur di bangunan yang lembab bisa memicu hidung tersumbat, bersin, batuk, dan infeksi pernapasan. Hal ini juga dapat memperburuk kondisi asma dan alergi.

Orang yang paling berisiko adalah yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, asma berat, dan penyakit paru-paru. Area yang ada jamur kecil dapat dibersihkan dengan menggunakan kain lembab dan larutan deterjen, dicampur dengan cuka atau alkohol.

Penting juga untuk menghilangkan sumber kelembaban yang memungkinkan jamur tumbuh. Setelah banjir, bersihkan semua permukaan yang terkena banjir di dalam rumah, termasuk lantai, dinding, dapur, kamar mandi, dan tempat mencuci baju.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hujan jamur musim hujan bakteri

Sumber : Tempo.co

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top