Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setahun Pandemi Covid-19: Cara Mencegah dan Obat untuk Atasi Flu

Gejala flu biasa biasanya berkembang sekitar satu hingga tiga hari setelah terpapar virus penyebab penyakit. Ini cara mencegah dan obat yang direkomendasikan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  17:58 WIB
Ilustrasi seseorang terkena flu  -  Reuters
Ilustrasi seseorang terkena flu - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Satu tahun sudah pandemi virus Corona (Covid-19) mewabah di Indonesia. Akibatnya, masyarakat acap kali merasa ketakutan jika terserang flu atau pilek karena gejalanya mirip dengan Covid-19

Untuk menghindari flu sejak awal, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan setiap orang yang berusia 6 bulan ke atas mendapatkan vaksin flu setiap tahun.

Vaksin ini melindungi dari virus yang diantisipasi pejabat kesehatan masyarakat akan paling umum selama musim flu yang akan datang.

"Alat terbaik untuk mencegah flu adalah mendapatkan vaksin. Itu tidak sempurna, tapi itu hal paling efektif yang kami miliki," kata Carol Baker, spesialis penyakit menular pediatrik di Houston, seperti dikutip dari Everydayhealth.com, Selasa (2/3/2021).

Gejala flu biasa biasanya berkembang sekitar satu hingga tiga hari setelah terpapar virus penyebab penyakit itu.

Virus tersebut kemudian dapat menyebar melalui udara, kontak pribadi, dan sekresi pernapasan seperti jabat tangan, menyentuh benda yang terkontaminasi, dan paparan bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi.

"Kebanyakan pilek berasal dari virus yang menyebar dari orang ke orang melalui kontak dekat," kata William Schaffner, MD, profesor kedokteran pencegahan di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville, Tennessee.

Tidak ada vaksin untuk mencegah flu biasa, tetapi menerapkan pola kebersihan yang baik dapat mengurangi risiko penyakit atau menyebarkan virus ke orang lain.

CDC merekomendasikan agar masyarakat sering-sering mencuci tangan setidaknya selama 20 detik dan tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci.

Sementara itu, obat flu dan pereda nyeri dapat memiliki efek samping dan menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi orang yang sudah memiliki kondisi sebelumnya seperti tekanan darah tinggi.

Mengutip Mayo Clinic dari Everday Health, Selasa (2/3/2021), anak-anak dan remaja dengan gejala seperti flu tidak boleh mengonsumsi aspirin untuk mengatasi rasa sakit atau demam, karena telah dikaitkan dengan kondisi yang berpotensi mengancam nyawa sindrom Reye.

Obat antivirus resep dapat digunakan untuk mengobati flu. Menurut CDC, apabila diminum dalam dua hari setelah munculnya gejala flu, obat ini dapat mempersingkat waktu Anda sakit.

Ada empat obat antivirus yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang direkomendasikan oleh CDC, di antaranya oseltamivir (Tamiflu), peramivir, zanamivir (Relenza Diskhaler), dan baloxavir marboxil (Xofluza).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flu Gejala Penyakit Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top