Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Dampak Buruk dari Kekerasan pada Perempuan

Head of Program UN Women, Dwi Yuliati-Faiz mengatakan penyembuhan korban membutuhkan waktu yang lama agar benar-benar pulih.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  11:02 WIB
5 Dampak Buruk dari Kekerasan pada Perempuan
Ilustrasi dampak kekerasan pada perempuan

Bisnis.com, JAKARTA - Kekerasan pada perempuan ada banyak sekali jenisnya. Dari semua bentuk atau jenis tindak kekerasan, perempuan menjadi pihak yang paling dirugikan.

Baik kekerasan secara verbal, fisik atau seksual penyembuhannya sangatlah tidak mudah.

Head of Program UN Women, Dwi Yuliati-Faiz mengatakan penyembuhan korban membutuhkan waktu yang lama agar benar-benar pulih.

"Perempuan korban dalam semua bentuk kekerasan sangatlah sulit disembuhkan. Dampak yang ditimbulkannya ada banyak, hal tersebut akan membuat produktifitasnya sebagai manusia berkurang. Bahkan resiko kematian," katanya secara virtual pada acara #AmanBersamaGojek (4/3/21)

Berikut dampak yang ditimbulkan dari kekerasan pada perempuan:

1. Kehamilan yang Tidak Diinginkan

Kekerasan seksual timbul dari pemaksaan pada pihak perempuan. Hubungan intim atas paksaan membuat kehamilan yang tidak direncanakan. Arbosi menjadi sasaran pihak korban. Namun bila anak tersebut lahir akan jadi anak yang terlantar. Kekerasan sexual juga jadi penyebab timbulnya penyakit HIV/ AIDS dan panyakit kelamin menimpa kaum perempuan.

2. Disrupsi dari Lingkungan

Korban akan menjauh dari orang-orang sekitar yang tidak menerima kondisinya. Sebagai lapisan masyarakat masih menganggap tabu hal seperti itu. Lingkungan keluarga, tempat kerja dan lingkungan sosialnya akan menjadi lebih sempit, bahkan mengisolasi diri sendiri kerena tidak ada yang merangkulnya.

3. Gangguan mental

Perempuan korban kekerasan akan mengalami guncangan yang hebat pada mentalnya. Trauma tersebut,apabila dibiarkan akan membuat psikisnya terganggu.

4. Luka Fisik dan Kematian

Kekerasan pada perempuan membuat luka fisik yang sulit disembuhkan. Bahkan bisa membuat menjadi cacat permanen. Penyiksaan yang terus terjadi atau perempuan tersebut tidak menerima kondisi fisiknya yang berubah bisa menyebabkan bunuh diri.

5. Lingkungan Menjadi Pasif

Perempuan korban kekerasan yang mengalami depresi akan menarik diri dari lingkungan. Ia tidak akan bekerja atau berkegiatan. Mengurung diri jadi pilihan hidupnya. Dampaknya, tidak ada mobilitas yang dilakukan sehingga kehidupannya menjadi pasif. Hal ini akan mempengaruhi otonomi daerah korban jadi melemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan perempuan hamil
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top