Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suriah Bakal Dapat Pengiriman Pertama Vaksin Covid-19 dari Skema Covax

Akjemal Magtymova, kepala misi WHO di Suriah mengatakan pengiriman pertama ke negara itu berasal dari pengiriman satu juta dosis vaksin AstraZeneca Serum Institute India (AZSII).
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 18 Maret 2021  |  10:53 WIB
WHO menginisiasi program vaksin global, COVAX untuk didistribusikan secara setara ke negara-negara, termasuk negara berkembang dan miskin. - Antara\\r\\n\\r\\n
WHO menginisiasi program vaksin global, COVAX untuk didistribusikan secara setara ke negara-negara, termasuk negara berkembang dan miskin. - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Suriah akan menjadi negara penerima vaksin global Covax dalam beberapa minggu mendatang, yang memungkinkannya untuk memulai program vaksinasi nasional pada awal bulan depan.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (18/3) Akjemal Magtymova, kepala misi WHO di Suriah mengatakan pengiriman pertama ke negara itu berasal dari pengiriman satu juta dosis vaksin AstraZeneca Serum Institute India (AZSII).

Upaya Covax untuk memastikan akses yang adil ke vaksinasi Covid-19 secara global merupakan hal yang diharapkan bagi negara-negara yang dilanda perang dan sistem keuangan serta sistem kesehatannya tidak memadai.

Peluncuran pertama diperkirakan dimulai paling cepat pada akhir April atau awal Mei, bertujuan untuk menginokulasi hampir 20 persen populasi Suriah pada akhir tahun, atau sekitar lima juta orang di dua wilayah yang dikuasai oleh pemerintah.

Program nasional pemerintah Damaskus di seluruh wilayah yang dikelola negara tempat sebagian besar dari hampi 20 juta penduduk negara itu, nantinya akan mengerahkan lusinan tim di 76 rumah sakit dengan lebih dari 300 unit mobil untuk mengakses daerah yang sulit dijangkau.

Magtymova mengatakan sekitar 336.000 dosis vaksin Covid-19 juga akan dikirim ke Suriah barat lau yang dikendalikan oleh non pemerintah, melalui mitra lintas perbatasan dari penyebrangan Gaziantep Turki.

Adapun, 90.000 vaksin lainnya akan dikirim ke Suriah timur laut yang dikuasai oleh Kurdi, dengan tim yang bergerak untuk mencapai kamp-kamp tempat di mana puluhan ribu keluarga pengungsi tinggal.

Petugas kesehatan dan pekerja sosial garis depan termasuk di antara 3 persen pertama dari populasi yang divaksinasi pada bulan Juni, ketika fase kedua dimulai untuk 17 persen penduduk Suriah yang berusia 55-60 tahun dan seterusnya dan dengan penyakit kronis.

Sejumlah kecil 5.000 dosis vaksin Sinopharm China adalah yang pertama dikirim ke Suriah, di luar inisiatif Covax, sebagai sumbangan dari China untuk petugas kesehatan garis depan, kata pejabat kesehatan.

LSM Barat mengatakan bahwa selain logistik mengatur vaksinasi di seluruh garis depan pertempuran, Suriah menghadapi rintangan tambahan dari sanksi keuangan internasional. "Kami beroperasi dalam lingkungan yang sangat menantang dan tidak stabil, dengan banyak hal yang tidak diketahui dan harus berurusan dengan suku cadang yang bergerak," kata Magtymova.

Suriah terpukul parah oleh pandemi tahun lalu selama dua lonjakan pada Agustus dan Desember serta peningkatan infeksi pada tahun ini. Pejabat PBB mengatakan bahwa mereka menyaksikan peningkatan kasus, tapi butuh data lebih rinci untuk memahami situasi epidemiologinya.

Menurut laporan data WHO terbaru, ada sekitar 45.453 kasus positif virus corona baru yang dilaporkan dan 1.761 kasus kematian di seluruh Suriah, sejak kasus pertama kali muncul pada tahun lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suriah Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top