Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Telinga Berdenging, Waspada Gejala Infeksi Virus Corona

Infeksi virus corona (Covid-19) juga menyebabkan peradangan di sinus, bagian belakang tenggorokan, dan saluran eustachius (saluran telinga tengah).
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  15:42 WIB
Telinga - ilustrasi
Telinga - ilustrasi

Bisnis.com,  JAKARTA - Para ilmuwan menemukan bahwa infeksi virus corona memiliki banyak gejala, bahkan berapa gejala yang sangat jarang daripada yang lain.

Mengutip dari Prevention, Rabu (24/3/2021), saat pandemi virus corona pertama kali melanda, pejabat kesehatan masyarakat hanya mencantumkan tiga tanda penyakit yang harus diwaspadai yakni demam, batuk, dan sesak napas.

Namun, ada gejala lain yang tampak seperti rasa sakit di telinga dan dengung di telinga atau Tinnitus. Tinnitus adalah suatu kondisi yang menyebabkan telinga berdenging, menderu, atau berdengung, juga dikaitkan dengan gejala virus corona, terkadang dengan konsekuensi yang menghancurkan.

Apakah sakit telinga merupakan gejala Covid-19?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mencantumkan sakit telinga sebagai gejala virus corona dan gejala telinga tidak secara rutin ditanyakan sebagai bagian dari pertanyaan skrining Covid-19 di AS. Namun, dokter setuju bahwa mungkin saja mengalami sakit telinga akibat Covid-19.

“Namun, kami tidak tahu sejauh mana keberadaan virus dapat menyebabkan gejala pendengaran. Dengan kata lain, SARS-CoV-2 mungkin ada, tetapi tidak menyebabkan gejala yang terlihat,” ungkap Kozin.

Ada beberapa teori terkait sakit telinga yang muncul akibat Covid-19 yakni gejala pendengaran kemungkinan besar disebabkan oleh peradangan sekunder pada saluran napas bagian atas yang meliputi hidung, rongga hidung, mulut, tenggorokan, dan pita suara.

“Covid-19 juga dapat menyebabkan peradangan di sinus, bagian belakang tenggorokan, dan saluran eustachius (yang menyebar dari telinga tengah ke tenggorokan bagian atas dan belakang rongga hidung). Itu bisa menyebabkan ketidaknyamanan di telinga Anda,” kata Dr. Adalja.

Bisakah gangguan telinga/ tinitus juga menjadi gejala Covid-19?

Tinnitus bisa lembut, keras, dan bernada tinggi atau rendah, menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD). Suara tersebut menandakan bahwa ada sesuatu yang salah dalam sistem pendengaran, dan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Itu termasuk:

1. Kotoran telinga menghalangi saluran telinga

2. Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan

3. Infeksi telinga dan sinus

4. Penyakit jantung atau pembuluh darah

5. Penyakit Ménière

6. Tumor otak

7. Perubahan hormonal pada wanita

8. Kelainan tiroid

Tinnitus mungkin merupakan gejala yang jarang dari Covid-19. Artinya tidak banyak terjadi, tapi bisa saja terjadi. Terlepas dari seberapa umum tinitus berasal dari Covid-19, para ahli mengatakan tampaknya ada kaitannya.

“Kami tahu bahwa virus corona tidak hanya memengaruhi paru-paru — tetapi juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat, otak, dan organ lain.Terkait gejala telinga, Covid-19 berpotensi memengaruhi saraf di sistem vestibular, termasuk telinga bagian dalam dan otak,” ungkapnya.

satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top