Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terkuak! Ini Alasan Wanita Rentan Insomnia Jelang Menstruasi

Pakar kebidanan mengatakan insomnia yang disebabkan oleh siklus menstruasi dapat terjadi karena peningkatan kadar progesteron pada paruh kedua siklus menstruasi setelah ovulasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  15:15 WIB
Ilustrasi insomnia  -  boldsky.com
Ilustrasi insomnia - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Gejala menstruasi ternyata tidak hanya ditandai munculnya jerawat hormonal di wajah. Beberapa wanita ternyata mengalami serangan kesulitan tidur atau  insomnia yang sangat buruk sebelum siklus menstruasi dimulai.

Hasil penelitian diungkapkan seorang dokter ahli kebidanan bersertifikat di Kelompok Wanita Northwestern Julie Levitt. Dikutip dari Tempo.co, Julie Levitt mengatakan insomnia yang disebabkan oleh siklus menstruasi dapat terjadi karena peningkatan kadar progesteron pada paruh kedua siklus menstruasi setelah ovulasi. Pada permulaan siklus menstruasi, kadar progesteron dan estrogen sama-sama turun yang memicu pendarahan.

"Beberapa wanita mengalami efek ini juga pada kemampuan mereka untuk tidur dan tetap tertidur," ujarnya seperti dikutip dari laman Pop Sugar, Senin (29/3/2021).

Lebih lanjut, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2014 sebenarnya menemukan hubungan antara fragmentasi tidur dan fase luteal dari siklus menstruasi, atau saat pre-menstrual syndrome (PMS) terjadi.

Pengalaman gangguan tidur di sekitar waktu siklus menstruasi juga telah dilaporkan sendiri dalam survei National Sleep Foundation Sleep in America 2007. Meredith Broderick, seorang dokter tidur dan ahli saraf bersertifikasi mengatakan bahwa 25 hingga 33 persen wanita menstruasi yang disurvei melaporkan gangguan tidur sebelum atau selama menstruasi.

"Ia juga menemukan bahwa wanita yang memiliki gejala pramenstruasi [PMS] yang lebih parah mengalami insomnia atau kantuk di siang hari. Ilmu yang mengevaluasi tindakan yang lebih obyektif tergantung pada populasinya," kata Dr. Broderick.

Gangguan dysphoric pramenstruasi atau (PMD) merupakan bentuk PMS yang lebih serius di mana gejalanya cenderung parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari, mungkin juga berhubungan dengan kesulitan tidur. Johns Hopkins Medicine mencantumkan insomnia sebagai gejala fisiologis yang umum.

Kantor Kesehatan Wanita dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat juga mencatat bahwa tujuh dari 10 wanita dengan PMDD mengalami kesulitan tidur selama hari-hari menjelang menstruasi.

Dr. Broderick mengatakan bahwa perawatan medis untuk PMS dan PMDD dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, seperti juga mengobati rasa sakit atau ketidaknyamanan, dan Anda harus selalu menemui dokter kandungan jika Anda mengalami gejala menstruasi yang tidak normal atau ketidakteraturan.

"Jika ragu, buatlah janji dengan spesialis tidur bersertifikat jika masalah tidur mengganggu kualitas hidup Anda atau fungsi siang hari," tambah Dr. Broderick.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips sehat insomnia menstruasi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top