Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak! Ini Bahaya Stres dan Cara Mengatasinya

Stres yang berkepanjangan bisa menyebabkan bahaya kesehatan, seperti penyakit jantung, masalah berat badan, depresi, kanker dan gangguan imunitas tubuh
Hanafi Nurmahdi
Hanafi Nurmahdi - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  21:02 WIB
Ilustrasi Stres  -  boldsky.com
Ilustrasi Stres - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Stres merupakan reaksi tubuh ketika seseorang menghadapi tekanan, ancaman, atau suatu perubahan. Seseorang biasanya mengalami stres ketika tuntutan yang diberikan padanya lebih besar dari kemampuannya untuk mengatasinya.

Dilansir dari situs health.harvard.edu, stres sulit untuk didefinisikan dari perspektif atau hal yang terlihat bagi satu orang terhadap orang lain. Ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang dianggap stres, sulit bagi orang lain untuk mengukur seberapa banyak stres yang dirasakan.

Meski demikian, peneliti menilai stres merupakan reaksi yang baik. Pasalnya, stres membantu seseorang menyadari situasi yang bahaya atau mengancam sehingga berusaha untuk keluar dari permasalahan tersebut.

"Stres biasanya terjadi oleh beberapa faktor, seperti berada di bawah tekanan, menghadapi perubahan besar, khawatir akan sesuatu, atau tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi situasi. Seseorang juga mengalami stres jika memiliki tanggung jawab besar, dan tidak memiliki cukup pekerjaan atau aktvitas untuk dilakukan," tulis situs Harvard seperti dikutip, Rabu (24/5/2021).

Namun, Anda perlu waspada karena stres yang berkepanjangan bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, masalah berat badan, depresi, kanker dan gangguan imunitas tubuh.

Bukan itu saja, stress bisa menjadi penyakit di tubuh manusia. Tak heran, banyak dokter, peneliti, hingga orang biasa mencari cara untuk mengatasi stres. Bila stres dibiarkan berkepanjangan justru dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Stres dapat didiagnosis dengan bantuan tenaga ahli seperti psikiater. Melalui sesi konseling, psikiater bisa mengetahui penyebabnya, sehingga bisa menentukan penanganan yang tepat untuk pengidap.

Jika stres sudah memengaruhi kesehatan organ dalam, psikiater juga bisa merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti tes laboratorium atau rekam jantung.

Berikut beberapa cara mencegah stress:

1. Pertahankan sikap dan pikiran yang positif

2. Mempelajari teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau taichi

3. Berusahalah untuk mengatur waktu lebih efektif agar tidak terlalu mendapatkan banyak tekanan

4. Mempunyai hobi untuk pelarian dari kegiatan rutinitas harian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stres Gejala Penyakit Depresi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top