Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

7 Penyebab Penyakit Perlemakan Hati, Termasuk Alkohol

Penumpukan lemak dalam jumlah yang cukup banyak dapat menyebabkan peradangan hati hingga membuat kerja membersihkan racun terganggu.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  12:51 WIB
Organ hati - istimewa
Organ hati - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Hati adalah organ yang vital dan memainkan peran penting dalam memproses nutrisi dan memfilter toksin serta zat berbahaya. Namun jika terdapat penumpukan lemak di hati, itu bisa menjadi masalah buruk untuk kesehatan.

Penumpukan lemak dalam jumlah yang cukup banyak dapat menyebabkan peradangan hati hingga membuat kerja membersihkan racun terganggu. Dalam beberapa kasus, ini dapat menyebabkan jaringan parut akut, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati.

Perlemakan hati atau fatty liver sebutannya. Kebanyakan penyakit ini disebabkan karena berlebihan mengonsumsi alkohol. Namun 12-15 persen kasus di seluruh dunia juga disebabkan hal lain. 

Melansir Boldsky, Selasa (30/3/2021), berikut sejumlah penyebab perlemakan hati :

1. Konsumsi alkohol
Asupan alkohol dapat terbukti merugikan tubuh, jika tidak dikonsumsi dalam jumlah yang dimoderasi dan aman. Salah satu efek samping utama yang terkait dengan penyalahgunaan alkohol adalah kerusakan hati dan penyakit fatty liver. 

2. Obesitas
Menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, obesitas menyebabkan juga dapat merusak fungsi hati, dan menghasilkan penyakit perlemakan hati. Orang yang didiagnosis dengan fatty liver lebih sulit untuk menurunkan berat badan karena fungsi metabolisme mereka dapat terganggu atau melambat.

3. Diabetes
Diabetes dan naiknya kadar gula darah adalah faktor risiko umum. Seseorang menghadapi risiko yang sangat tinggi untuk masalah hati jika ia juga menderita obesitas dan BMI yang tinggi. Kelebihan lemak menyebabkan resistensi insulin dan sinyal inflamasi. 

Resistensi insulin berarti bahwa pankreas harus menghasilkan lebih banyak insulin untuk mempertahankan kadar glukosa darah normal, dan merupakan langkah pertama menuju pengembangan diabetes. Kelebihan kadar insulin yang tidak diatur juga dapat meningkatkan adanya asam lemak berbahaya di hati.

3. Tingkat trigliserida tinggi dalam darah
Trigliserida buruk untuk kesehatan Anda. Kadar trigliserida tinggi dapat menjadi petunjuk bahwa Anda memiliki penyakit perlemakan hati.

Kebiasaan makan yang buruk tidak hanya meningkatkan tingkat lemak yang tinggi dalam aliran darah (trigliserida) tetapi meningkatkan penyimpanan lemak di seluruh tubuh, termasuk di hati.

4. Hamil 
Meskipun tidak umum, beberapa wanita hamil dapat mengalami penyakit perlemakan hati.

5. Infeksi Hepatitis C 
Beberapa infeksi, seperti yang disebabkan oleh hepatitis C juga dapat mengganggu fungsi hati, menciptakan enzim beracun yang dapat menyebabkan akumulasi lemak di hati.

6. Terpapar racun
Penelitian juga mengamati bahwa beberapa faktor eksternal, seperti paparan bahan kimia beracun tertentu, polutan juga dapat menyebabkan penumpukan lemak dan beracun di hati serta membuat seseorang rentan terhadap penyakit.

7. Risiko genetika
Beberapa orang mungkin juga secara genetik cenderung mengembangkan beberapa bentuk masalah hati dan perlemakan hati. Jika ada risiko tinggi penyakit hati di keluarga Anda, langkah pencegahan dapat membantu.

Terlepas dari ini, hati berlemak juga dapat dihasilkan dari obat-obatan tertentu (sebagai efek samping), infeksi atau perubahan terbaru yang mempengaruhi hati atau kesehatan bilier Anda.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

liver minuman beralkohol
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top