Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada, Ini Gejala Perlemakan Hati

Sebagian besar kasus fatty liver tidak menunjukkan gejala khas bahkan sulit terdiagnosis. Dalam banyak kasus, salah satu indikator paling umum memiliki perlemakan hati mengalami rasa sakit aneh di sisi kanan atas perut. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  14:25 WIB
Ilustrasi hati
Ilustrasi hati

Bisnis.com, JAKARTA - Perlemakan hati atau fatty liver adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan penumpukan lemak yang berlebihan pada hati. Penyakit ini dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan, terutama terganggunya kerja hati hingga kanker hati.

Sebagian besar kasus fatty liver tidak menunjukkan gejala khas bahkan sulit terdiagnosis. Dalam banyak kasus, salah satu indikator paling umum memiliki perlemakan hati mengalami rasa sakit aneh di sisi kanan atas perut. 

Melansir Times of India, Selasa (30/3/2021), penderitanya juga mengalami kelelahan, kelelahan kronis, rasa sakit, dan ketidaknyamanan yang sejatinya bersifat umum.

Kendati demikian, gejala yang perlu diperhatikan dan sering dikaitkan dengan perlemakan hati diantaranya kehilangan nafsu makan, kekurangan berat badan, merasa lemah dan kelelahan, ada gumpalan darah di bawah kulit Anda, abdomen sakit dan bengkak. Kemudian diskolasi mata, gatal, bengkak di kaki, hingga kebingungan atau delirium.

Bagi mereka yang menderita komplikasi parah yang terkait dengan sirosis hati atau rusakannya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut, menunjukkkan gejala yang lebih serius termasuk pembengkakan perut yang parah, kebingungan, anoreksia, hingga impotensi yang dapat diamati. Ginekomastia atau pembentukan jaringan payudara pada laki-laki juga merupakan gejalanya.

Sementara itu, diagnosis kondisi perlemakan hati dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan mengelola kondisinya dengan baik. Riwayat medis, ujian fisik, dan tes mungkin akan dijalankan. 
Ujian fisik dilakukan untuk mengamati hati, pencitraan, dan biopsi hati yang diperbesar mungkin diperlukan dalam kasus-kasus tertentu.

Di sisi lain, seseorang dikatakan berisiko mengembangkan penyakit hati berlemak jika ada risiko sebelumnya karena sejarah keluarga, mengikuti gaya hidup yang buruk seperti kecanduan alkohol, obat-obatan yang berpotensi mempengaruhi kesehatan hati.

Jika Anda mengalami gejala, termasuk kelelahan, penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, waspadalah dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Saat ini, tidak ada cara yang bisa disembuhkan untuk mengobati penyakit hati berlemak. Namun, banyak gejala dan kondisi, secara umum, dapat dikelola dengan baik jika Anda mempraktikkan perubahan gaya hidup. Mengubah asupan makanan yang lebih baik, berhenti minum alkohol, menurunkan berat badan, dan mengendalikan faktor-faktor terkait tambahan dapat membantu orang mengelola kondisi mereka secara efisien. 

Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, memiliki lebih sedikit kalori dan lemak sehat. Operasi, penggunaan obat mungkin diperlukan jika seseorang mengembangkan sirosis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

liver Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top