Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dosen ITB Sebut Proses Produksi Vaksin AstraZeneca Tidak Gunakan Bahan Turunan Babi

Vaksin AstraZeneca merupakan salah satu bentuk baru vaksin karena berisi DNA Adenovirus yang dimodifikasi dengan menghilangkan gen E1 dan E3.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 April 2021  |  09:06 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Sadikin Gunadi menunjukkan vaksin AstraZeneca di Surabaya, Selasa (23/03/2021). - Antara
Menteri Kesehatan RI Budi Sadikin Gunadi menunjukkan vaksin AstraZeneca di Surabaya, Selasa (23/03/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA  - Dosen Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Aluicia Anita Artarini mengemukakan rangkaian proses pembuatan vaksin AstraZeneca yang terbebas dari komponen bahan hewani.

"Dalam tahapan produksi yang dilakukan oleh Oxford-AstraZeneca tidak digunakan bahan yang merupakan turunan babi," katanya dalam acara Diskusi Terbatas bertajuk 'Bagaimana pembuatan vaksin Covid-19 dan apa saja yang terkandung di dalamnya?' yang disiarkan melalui aplikasi Zoom, Senin (29/3/2021).

Anita mengatakan, vaksin AstraZeneca merupakan salah satu bentuk baru vaksin karena berisi DNA Adenovirus yang dimodifikasi dengan menghilangkan gen E1 dan E3, kemudian disisipkan materi genetik protein spike SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.

DNA Adenovirus yang mengandung gen spike ditransformasi ke bakteri E coli lalu dimurnikan sebelum dimasukkan ke sel HEK293 yang merupakan sel mamalia.

"Sel mamalia ini kalau belum punya, kita bisa beli di mana saja, yang dilakukan oleh Oxford-AstraZeneca adalah membeli HEK293 dari suplier Thermo Fisher," katanya.

Sel HEK293 dilepaskan dari pelat dengan menggunakan enzim tripsin atau protein yang digunakan untuk mempercepat reaksi biokimia.

Sel kemudian dicuci dengan medium cair di sentrifuga untuk menghilangkan kandungan tripsin dan larutan lainnya.

Tujuannya, agar sel tidak rusak dan ditambahkan kembali medium cair sehingga sel berada dalam larutan suspensi untuk selanjutnya dapat digunakan untuk proses lebih lanjut. Umumnya, 1 x 10 sel dalam 1 ml, kata Anita.

"Enzim tripsin digunakan untuk melepas sel inang oleh suplier sebelum dibeli oleh Oxford-AstraZeneca, dan tidak bersinggungan langsung dengan vaksin," katanya.

Kemudian, Oxford-AstraZeneca memperbanyak sel HEK293 yang diperoleh dari Thermo Fisher sesuai kebutuhan dengan melepaskan sel pada pelat menggunakan enzim TrypLET Select.

"TryPLE select yang digunakan di Oxford-AstraZeneca adalah enzim dari jamur yang dibuat secara rekombinan. Tripsin babi tidak digunakan lagi," katanya.

Anita mengatakan, proses selanjutnya dilakukan proses pencucian, sentrifugal dan penambahan medium DMEM yang merupakan medium basal terdiri atas unsur vitamin, asam amino, garam, glukosa, dan pH indikator.

Lalu, berlanjut pada proses inkubasi.

 "Proses ini dilakukan berulang sampai memperoleh jumlah sel yang diinginkan," katanya.

Selanjutnya, pada fase bank sel host untuk produksi, kata Anita, sel diperbanyak lalu ditambah genom Adenovirus (transfeksi) hingga menjadi bibit virus sebelum masuk tahap produksi di bank sel host.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top