Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Mencegah Serangan Jantung

Penyebab utama serangan jantun adalah tersumbatnya pembuluh darah yang menyuplai makan ke otot jantung yang dikenal dengan nama pembuluh darah koroner. Sumbatan bisa disebabkan oleh plak, sobekan dinding jantung, tumpukan lemak (kolestrol), bekuan darah, dan masih banyak faktor lainnya.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 05 April 2021  |  12:36 WIB
Serangan jantung - istimewa
Serangan jantung - istimewa

Bisnis.om, JAKARTA - Serangan jantung dapat berujung kematian. Kalaupun selamat, risiko serangan lainnya kemungkinan akan datang dalam waktu dekat.

Penyebab utama serangan jantun adalah tersumbatnya pembuluh darah yang menyuplai makan ke otot jantung yang dikenal dengan nama pembuluh darah koroner. Sumbatan bisa disebabkan oleh plak, sobekan dinding jantung, tumpukan lemak (kolestrol), bekuan darah, dan masih banyak faktor lainnya.

Direktur Asosiasi Pencegahan Kardiologi untuk Ciccarone Center Dr Erin Michos mengatakan mengurangi peradangan kronis dan bisa mencegah kita dari serangan jantung. Dia menjelaskan peradangan mengiritasi pembuluh darah dan mendorong pertumbuhan plak serta dapat memicu pembekuan darah. Ketika gumpalan darah menghalangi arteri ke jantung, otot kekurangan oksigen dan nutrisi, menyebabkannya mati dan serangan jantung terjadi.

"Anda dapat mengontrol peradangan dengan menghindari faktor-faktor yang mengaktifkan respons peradangan tubuh Anda, dan pilihan gaya hidup anti-inflamasi dapat menurunkan kolesterol jahat, menurunkan tekanan darah, dan juga menurunkan gula darah tinggi,” ujar Michos Express UK, Senin (5/4/2021).

Salah satu gaya hidup anti-inflamasi adalah dengan tidak merokok karena dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan aterosklerosis. "Dengan berhenti, Anda dapat mengurangi setengah risiko penyakit jantung Anda,” tegasnya.

Selain itu, katanya penting juga untuk menjaga berat badan yang sehat atau ideal karena obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit. Lemak berlebih di sekitar perut adalah pertanda bahwa Anda berisiko terkena penyakit jantung, penyebab utama serangan jantung.

Perut yang bulat dan buncit juga menandakan terlalu banyak lemak visceral, yang menyebabkan peradangan pada tubuh. Oleh karena itu, Michos menilai meningkatkan aktivitas fisik bisa menurunkan kemungkinan terkena serangan jantung.

John Hopkins Medicine mengatakan menggerakkan tubuh setidaknya selama 20 menit setiap hari dapat mengurangi peradangan dalam tubuh. Olahraga apa pun yang menyebabkan detak jantung meningkat dan membuat Anda merasa lebih efektif, seperti jalan cepat, jogging, atau bersepeda.

Salah satu faktor terakhir untuk membantu menjalani gaya hidup anti-inflamasi adalah dengan diet jantung sehat. Anda bisa mengonsumsi biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan ikan berlemak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan serangan jantung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top