Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Cara Tetap Nyaman Mengenakan Masker Wajah di Musim Panas

Di sebagian besar wilayah negara sedang memasuki musim panas yang membuat suhu lebih hangat dan lembap. Tentunya itu dapat membuat penggunaan masker wajah jadi tidak nyaman.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 13 April 2021  |  14:00 WIB
Warga memakai masker untuk mencegah penularan virus Covid-19 dengan latar belakang cincin Olimpiade raksasa di Tokyo, Jepang./Antara - Reuters
Warga memakai masker untuk mencegah penularan virus Covid-19 dengan latar belakang cincin Olimpiade raksasa di Tokyo, Jepang./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Di sebagian besar wilayah negara sedang memasuki musim panas yang membuat suhu lebih hangat dan lembap. Tentunya itu dapat membuat penggunaan masker wajah jadi tidak nyaman.

Berada di bawah sinar matahari dengan mengenakan masker akan membuat keringat membasahi kain, bahkan membuat udara sejuk masuk ke paru-paru. Meskipun rumit, mengenakan penutup wajah tetap menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran covid-19

Spesialis alergi dan imunologi yang berbasis di New York Purvi Parikh mengatakan masker sekarang lebih penting daripada sebelumnya. "Perhatian utamanya adalah bahwa orang mungkin tidak memakainya jika terlalu tidak nyaman," kata Parikh.

Selain ketidaknyamanan, mengenakan masker di musim panas yang terik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kesulitan bernapas, iritasi kulit, atau bahkan kelelahan akibat kepanasan.

Agar tetap aman di musim panas ini, beriku tips memakai masker wajah dengan aman dan nyaman saat suhu sedang naik :

1. Pilih Jenis Bahan

Pilihan bahan yang sejuk dan memudahkan untuk bernapas. Apa pun gaya masker wajah yang dipilih, penting bagi Anda untuk dapat bernapas dengan benar saat mengenakannya. Jika penutup wajah terlalu tebal atau terlalu ketat, itu dapat membatasi pernapasan dan menjadi lebih tidak nyaman saat panas atau lembab.

Masker dengan filter kecil bisa sangat sulit untuk dihirup karena bahan tidak memungkinkan udara mengalir baik.

Parikh menyarankan untuk memilih masker yang lebih longgar dan lebih ringan saat berada di luar ruangan. "Bahkan masker yang longgar akan mengurangi transmisi hingga 70 persen jika semua orang mengenakannya," katanya.

Kain katun berwarna terang misalnya, masker tersebut lebih mudah bernapas daripada kain sintetis dan akan lebih sedikit menyerap panas dari matahari. Pastikan kain benar-benar menutupi mulut dan hidung Anda, dan terus jaga jarak aman dengan orang lain sebanyak mungkin.

2. Mencegah Iritasi Kulit

Mengenakan masker yang menempel di wajah dalam waktu lama dapat menyebabkan iritasi kulit seperti jerawat atau ruam. Parikh menyarankan untuk memilih masker yang terbuat dari kapas. Jenis tersebut biasanya tidak terlalu mengiritasi kulit dibandingkan kain lain dan dapat dikenakan lebih longgar di sekitar wajah.

"Kadang-kadang bukan hanya bahannya, tetapi tekanan yang ditimbulkannya pada kulit Anda yang menyebabkan iritasi,"tambah Parikh.

Bisa dipilih jenis masker yang menggunakan ikatan dan bukan loop elastis, dengan begitu dapat memungkinkan Anda melonggarkannya jika perlu. Dan, harus sering mencuci masker untuk menghilangkan bakteri yang dapat menyebabkan jerawat dan iritasi kulit lainnya. Rencanakan untuk mencuci masker dengan air hangat setelah dipakai.

3. Bawalah Banyak Masker

Jika Anda tahu akan berada di tempat umum untuk waktu yang lama, pertimbangkan untuk membawa masker ekstra sehingga dapat menukar dengan yang bersih sesuai kebutuhan.

Keringat dan kelembapan dari napas dapat melembapkan kain masker, sehingga kurang efektif dalam menyaring partikel di udara. Ganti masker jika Anda merasa kainnya terasa lembap atau basah, tetapi ingatlah untuk melakukannya jauh dari orang lain dan cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti.

4. Mencegah Kepanasan

Mengenakan masker di mulut dan hidung dapat membuat lebih sulit bernapas, terutama bagi orang dengan kondisi seperti asma, klaustrofobia, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Dalam cuaca terik, hal itu dapat menyebabkan sesak napas dan menyebabkan panas menumpuk di dalam tubuh. Dengan begitu mengakibatkan penyakit seperti kelelahan akibat panas atau sengatan panas.

Agar tetap dingin saat memakai masker, hindari berada di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung. Kemudian perlu minum lebih banyak air daripada biasanya di musim panas untuk menebus keringat yang keluar.

5. Batasi Penggunaan Masker

Untuk meminimalkan ketidaknyamanan, batasi waktu yang Anda perlukan untuk memakai masker. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), masker harus dipakai di tempat umum yang sulit untuk menjaga jarak fisik.

Jika Anda tahu tidak akan bisa menghindari orang lain, pertimbangkan untuk tinggal di rumah pada hari-hari yang hangat. Jika tidak keluar pada hari yang panas dan lembab, otomatis akan mengurangi durasi penggunaan masker.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masker Protokol Pencegahan Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top