Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Menggila, Virus Corona Varian India Tak Terdeteksi Tes RT-PCR

Berbagai rumah sakit di India melaporkan, bahwa pasien bergejala dites tetap negatif meskipun sudah dua atau tiga kali tes.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 April 2021  |  10:12 WIB
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India  -  Express Photo by Amit Chakravarty
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India - Express Photo by Amit Chakravarty

Bisnis.com, JAKARTA – Ledakan kasus Covid-19 terjadi di India, salah satu yang menjadi alasan adalah lantaran mutasi Virus Corona kali ini tak bisa terdeteksi dengan tes RT PCR, dan jika masuk ke tubuh, virus itu bersarang di paru-paru manusia. Bukan menempel di hidung.

Melansir kanal Youtube CRUX, Senin (19/4/2021), bahwa mutasi Virus Corona di India tak terdeteksi tes Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), lebih menyebar dan mematikan, bersembunyi langsung di paru-paru, sehingga RT-PCR sebagai ‘gold standard’ tak bisa mendeteksi.

“Berbagai rumah sakit di India melaporkan, bahwa pasien bergejala dites tetap negatif meskipun sudah dua atau tiga kali tes. Virus yang tidak terdeteksi membuat membantu virus makin banyak menyebar. Kasus Covid-19 dari hasil tes negatif dan RT-PCR gagal banyak dilaporkan di seluruh India,” tulis laporan tersebut.

Seperti diketahui, pemeriksaan PCR biasanya dilakukan dengan swab/colok hidung, tempat Virus Corona umumnya menempel.

Kegagalan terjadi karena virus dapat mengubah perilakunya. Sampling yang tidak memadai, pengantaran sampel yang tidak tepat, dan swab yang terlambat membat virus ini tidak sampai terdeteksi oleh RT-PCR.

Karena umumnya koloni mutasi virus tersebut tidak bersarang di tenggorokan, di mana biasanya sampel swab diambil. Namun, mutase Virus Corona yang ada di India ini langsung menempel di ACE receptor, protein yang bisa ditemukan di permukaan sel paru-paru.

Saat terinfeksi mutasi Virus Corona ini, paru bisa mengalami pneumonia, sindrom distres pernapasan akut (ARDS), dan sepsis.

Paru-paru juga bisa sampai mengalami kerusakan, tergantung keparahan penyakitnya, penyakit bawaan, dan kondisi lansia juga membuat seseorang menjadi sangat rentan.

Adapun, salah satu penanganannya adalah dengan mendapat dukungan perawatan di rumah sakit bagi yang bergejala berat untuk meminimalisir kerusakan paru.

Sementara, rumah sakit di India kini kewalahan menerima pasien.

Setelah mengalami Covid-19 dengan gejala berat, paru-paru pasien bisa kembali sembuh, tapi akan perlu waktu 3 bulan sampai setahun atau lebih sampai benar-benar pulih.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top