Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hal-hal yang Perlu Diketahui Soal Nilai CT dalam Uji Covid-19

CT adalah nilai yang muncul selama tes RT-PCR, standar yang digunakan untuk mendeteksi Virus Corona atau SARS-CoV-2.
Hanafi Nurmahdi
Hanafi Nurmahdi - Bisnis.com 28 April 2021  |  11:18 WIB
PTFI menyiapkan dua alat tes PCR dan sekitar 50.000 alat rapid test untuk memperluas jangkauan pemeriksaan Covid-19 di Papua. Istimewa - PTFI
PTFI menyiapkan dua alat tes PCR dan sekitar 50.000 alat rapid test untuk memperluas jangkauan pemeriksaan Covid-19 di Papua. Istimewa - PTFI

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat awam sering mendengar berbagai macam istilah kesehatan, khususnya terkait laboratorium. Salah satunya adalah Nilai Cycle Threshold (CT) dalam tes Covid-19 atau RT-PCR.

Hasil nilai CT keluar saat seseorang melakukan tes amplifikasi asam nukleat (NAAT) dengan metode RT-PCR. Alat dan reagen yang digunakan untuk nilai CT mempunyai karakteristik yang berbeda.

Laboratorium di India menyimpulkan semua pasien dengan nilai CT kurang dari 35 dianggap positif dan jika diatas 35 akan dianggap negatif, seperti dilansir Indian Express.

Tapi sebenarnya, apa itu nilai CT?
CT adalah nilai yang muncul selama tes RT-PCR, standar yang digunakan untuk mendeteksi Virus Corona atau SARS-CoV-2. Dalam tes RT-PCR, RNA diekstraksi dari swab yang dikumpulkan dari pasien kemudian diubah menjadi DNA dan diamplifikasi.

Nilai CT bukanlah nilai kuantitatif, tetapi berbanding terbalik dengan banyaknya virus yang ada pada spesimen yang diperiksa. Menurut penasehat ICMR, nilai CT dari reaksi RT-PCR adalah jumlah siklus dimana fluoresensi produk PCR dapat dideteksi diatas sinyal latar belakang.

Sederhananya, nilai CT mengacu pada jumlah siklus setelah virus dapat dideteksi. Jika jumlah siklus lebih tinggi maka virus tidak terdeteksi dan berlaku sebaliknya.

Meskipun nilai CT berbanding terbalik dengan beban virus, namun menurut para peneliti jumlah nilai CT tidak memiliki hubungan yang nyata dengan tingkat keparahan penyakit. Seorang pasien dapat memiliki nilai CT yang rendah, yang berarti beban virusnya makin tinggi untuk dideteksi, tetapi mungkin pasien itu masih asimtomatik.

“Nilai CT tidak berkorelasi dengan tingkat keparahan, tetapi dengan infektivitas," kata Konsultan Penyakit Menular, Dr Parikesit Prayag di rumah sakit Deenanath Mangeshkar Pune seperti dikutip dari Indian Express, Rabu (28/4/2021).

Dalam laporan pertama, Dr Parikesit Prayag tidak terlalu melihat nilai CT, tetapi untuk tindak lanjut pasien di rumah sakit.

"Saya mempertimbangkan nilai CT, karena kemudian saya dapat memutuskan apakah akan memindahkan pasien ke gedung non-Covid atau tidak," ungkapnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Indian Journal of Medical Microbiology pada Januari lalu tidak menemukan korelasi antara nilai CT dan tingkat keparahan penyakit atau kematian pada pasien Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top