Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hal yang Harus Dilakukan dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Karantina Mandiri

Pandemi Covid-19 masih jauh dari seluruh dunia dan di India. Gelombang kedua infeksi yang dipicu oleh virus korona terus menambah jumlah orang yang terinfeksi virus.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  10:24 WIB
Suasana Graha Wisata Ragunan yang disiapkan menjadi lokasi isolasi mandiri pasien COVID-19 di Jakarta, Rabu (30/9/2020). Graha Wisata Ragunan menyiapkan 76 kamar yang dapat menampung 152 pasien isolasi orang tanpa gejala (OTG) COVID-19. ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Suasana Graha Wisata Ragunan yang disiapkan menjadi lokasi isolasi mandiri pasien COVID-19 di Jakarta, Rabu (30/9/2020). Graha Wisata Ragunan menyiapkan 76 kamar yang dapat menampung 152 pasien isolasi orang tanpa gejala (OTG) COVID-19. ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Tidak semua kasus positif Covid-19 membutuhkan rawat inap di rumah sakit atau fasilitas karantina dari pihak kesehatan. Pada beberapa kasus, sebagian besar penyitas Covid-19 dapat dirawat di rumah secara mandiri di bawah nasehat dokter.

Melansir dari timesnownews, dokter dari Rumah Sakit Wockhardt Mumbai memberi tahu tanda-tanda apa yang harus diwaspadai.

Pandemi Covid-19 masih jauh dari seluruh dunia dan di India. Gelombang kedua infeksi yang dipicu oleh virus korona terus menambah jumlah orang yang terinfeksi virus.

Dalam banyak kasus, karena terus meningkatnya jumlah pasien secara tiba-tiba, rumah sakit kewalahan sehingga banyak pasien yang tidak dapat kapasitas penanganan.

Untuk itu, kasus pasien ODP (Orang Dalam Pantauan) dapat ditangani dengan diisolasi di rumah.

Dan inilah yang harus Anda ketahui: -Hingga kapan Anda bisa tinggal di rumah setelah terinfeksi virus Covid-19 ?
-Bagaimana cara merawat diri sendiri di rumah?
- Kapan harus mengunjungi rumah sakit setelah melihat gejala tertentu?

Inilah yang harus dilakukan :

1. Jika mengalami gejala ringan maka Anda bisa tinggal di rumah dan menjalani pengobatan.

2. Isolasi diri Anda di ruangan terpisah yang memiliki toilet di dalam ruangan tersebut.

3. Jika Anda mengalami demam ringan maka dapat menggunakan parasetamol.

4. Periksa demam dan kadar oksigen setidaknya 10-15 kali sehari.
Anda dapat mengatur pengingat untuk itu di ponsel.

5. Jika kadar oksigen di saluran pernapasan antara 94-100, tidak perlu khawatir. Jika turun di bawah 94, hubungi dokter.

6. Diet cairan agar makanan mudah mencerna, dan minum air putih minimal 8-10 gelas.

Jangan lakukan ini :

1. Jangan mengonsumsi steroid atau Remdesivir tanpa resep dokter jika Anda mengalami gejala ringan.

2. Jika gejalanya parah, hubungi dokter dari waktu ke waktu.

3. Jika viral load tinggi, Anda akan mengalami demam setidaknya selama 5-7 hari dan kadar oksigen akan menurun. Jadi, teruslah periksa demam dan kadar oksigen pada saluran pernapasan.

4. Jika kadar oksigen terus turun, maka segera ke rumah sakit.

5. Cobalah cek dulu ke rumah sakit terdekat mengenai ketersediaan tempat tidur. Ketahui rumah sakit mana yang memiliki ventilator, ICU, atau tempat tidur oksigen.

6.Untuk tabung oksigen, Anda harus menghubungi lembaga pemerintah. Jangan sembarangan membeli tabung oksigen warna hitam dan membuang waktu. Penting untuk mendapatkan suplai oksigen pasien pada waktu yang tepat.

7. Jangan minum obat apa pun tanpa resep dokter.

8. Jangan google untuk mencari resep obat. Sebaliknya, bicarakan dengan dokter keluarga Anda.

9. Jika gejala memburuk, rujuk pasien ke rumah sakit, meskipun Anda memiliki tabung oksigen di rumah. Itu karena setiap momen perawatan kritis penting untuk menyelamatkan nyawa yang berharga.

10. Jangan melakukan perawatan di rumah jika gejalanya parah.

11. Demam tinggi selama lebih dari 7 hari, kadar oksigen rendah, diare, gangguan pernapasan, dan nyeri dada adalah beberapa gejala yang mengindikasikan Anda perlu dirawat di rumah sakit segera.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karantina Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top