Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Sinovac Diklaim Hindarkan Risiko Covid-19 Hingga 90 Persen

Vaksinasi Sinovac dosis lengkap atau dua dosis dapat mengurangi risiko sebesar 94 persen terkena Covid-19 bergejala.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 12 Mei 2021  |  15:09 WIB
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac secara drive thru untuk lansia di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/3/2021). Kementerian Kesehatan menggandeng aplikasi kesehatan halodoc untuk menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 untuk lansia secara drive thru, dengan lokasi pertama Pos Pelayanan Program Vaksinasi Covid-19 berada di Bandar Kemayoran Jl. Benyamin Suep Blok C3, Kemayoran, Jakarta Pusat. - Antara
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac secara drive thru untuk lansia di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/3/2021). Kementerian Kesehatan menggandeng aplikasi kesehatan halodoc untuk menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 untuk lansia secara drive thru, dengan lokasi pertama Pos Pelayanan Program Vaksinasi Covid-19 berada di Bandar Kemayoran Jl. Benyamin Suep Blok C3, Kemayoran, Jakarta Pusat. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil evaluasi cepat Kementerian Kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Sinovac dapat menurunkan potensi terinfeksi Covid-19 hingga risiko kematian mencapai 90 persen kepada tenaga kesehatan di DKI Jakarta.

Ketua Tim Peneliti Survei Efektivitas Vaksin Sinovac Kemenkes Pandji Dhewantara mengatakan vaksinasi Sinovac dosis lengkap atau dua dosis dapat mengurangi risiko sebesar 94 persen terkena Covid-19 bergejala.

Hal ini terungkap melalui penelitian yang dilakukan total kepada 128.290 tenaga kesehatan di wilayah DKI Jakarta pada periode 13 Januari - 18 Maret 2021.

“Perbandingan bahwa pemberian vaksinasi lengkap bisa menurunkan risiko terinfeksi Covid-19 bahkan hingga hari ke-63 dibandingkan dengan individu atau kelompok yang belum divaksin,” katanya dalam konferensi pers pada Rabu (12/5/2021).

Dari 28.055 responden yang belum divaksin, terdapat 2.431 atau 8,66 persen di antaranya yang positif Covid-19.

Sementara dari 91.777 responden yang sudah mendapat vaksinasi dosis lengkap, hanya 521 atau 0,56 persen yang positif Covid-19.

Adapun yang baru mendapat satu kali dosis sebesar 8.458 orang, sebanyak 657 atau 7,76 persen positif Covid-19.

“Pemberian dosis pertama belum cukup melindungi meski sudah cukup berbeda. Bila masyarakat yang sudah menerima vaksinasi lengkap jauh lebih efektif menurunkan risiko Covid-19,” terangnya

Pada hasil analisis efektivitas vaksin dalam mencegah perawatan karena Covid-19, dosis lengkap vaksinasi Covid-19 Sinovac dapat mencegah 96 persen perawatan.

Pengujian pada risiko kematian bahkan menunjukkan bahwa vaksin Sinovas efektif hingga 98 persen. Dia mencatat terdapat satu individu yang mendapat vaksinasi lengkap yang meninggal karena Covid-19 dan 13 orang meninggal dari kelompok yang belum mendapatkan vaksin sama sekali.

Kendati demikian, kajian ini memiliki keterbatasan yakni dalam hal inakurasi waktu terjadinya event sakit sesungguhnya, analisis hanya mengacu pada tanggal pelaporan dan periode pengamatan yang ditentukan.

Ketiga, kemungkinan terjadi under testing dan testing hanya dilakukan pada mereka yang bergejala.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta kementerian kesehatan Sinovac Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top