Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penderita Hipertensi Meningkat, Daewoong Pharma Luncurkan Obat

Jumlah penderita hipertensi terus meningkat akibat populasi yang menua di seluruh dunia seiring dengan peningkatan jumlah penderita dislipidemia secara bersamaan.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  15:01 WIB
Penderita Hipertensi Meningkat, Daewoong Pharma Luncurkan Obat
Oloduo. - daewoong

Bisnis.com, JAKARTA — Jumlah penderita hipertensi terus meningkat akibat populasi yang menua di seluruh dunia seiring dengan peningkatan jumlah penderita dislipidemia secara bersamaan.

Hipertensi dan dislipidemia semakin meningkatkan risiko pemicu penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan infark miokard. Dengan tingkat hipertensi dan dislipidemia serta kebutuhan pengobatan yang semakin tinggi, banyak perusahaan farmasi yang mengembangkan pengobatan baru karena penyakit dislipidemia masih cendering tidak tertangani dengan baik.

Baru-baru ini, pengembangan obat kombinasi yang dapat menangani hipertensi dan dislipidemia secara bersamaan semakin intens dilakukan, di mana fokusnya adalah untuk meningkatkan kemudahan penggunaan obat tersebut.

Obat kombinasi mengandung beberapa komponen dalam satu formulasi. Namun, desain kombinasi yang buruk dapat menyebabkan risiko, seperti peningkatan interaksi obat dan efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, pengembangan obat memerlukan teknologi yang dapat meminimalkan interaksi obat dan meningkatkan efikasinya.

Sejalan dengan hal itu, Daewoong Pharmaceutical, grup perawatan kesehatan global, yang telah mendapat izin penjualan di Indonesia tahun lalu meluncurkan Oloduo di Indonesia.

Oloduo adalah obat pertama di dunia yang mengandung Olmesartan dan Rosuvastatin kompleks yang dikembangkan dengan teknologi mandiri hasil ciptaan Daewoong Pharmaceutical.

CEO Daewoong Pharmaceutical Sengho Jeon mengatakan Oloduo dikembangkan melalui teknologi paten dengan tingkat kemanjuran dan keamanan yang luar biasa.

“Daewoong Pharmaceuticals akan terus melakukan yang terbaik untuk berkontribusi meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi dan dislipidemia, yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun, melalui penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan,” paparnya pada keterang resmi yang diterima Bisnis, Rabu (17/ 5/ 2021).

Dengan menggunakan teknologi platform yang sudah dipatenkan dari Daewoong Pharmaceutical, Oloduo merupakan obat dengan tablet perlapis ganda dan sistem pelepasan terkontrol yang mampu mengoptimalkan tingkat penyerapan obat di dalam tubuh pasien dan mengurangi efek samping yang dapat terjadi saat mengonsumsi kombinasi obat.

Teknologi yang memungkinkan obat untuk melepaskan Olmesartan dan Rosuvastatin secara terpisah dan terkontrol ini telah dipatenkan di lebih dari 50 negara seperti di Korea, Eropa, Jepang, China, dan lainnya.

Olmesartan telah terbukti mampu menurunkan tekanan darah dan jumlah ateroma di pembuluh darah dibandingkan dengan jenis ARB lainnya untuk pengobatan hipertensi, sedangkan Rosuvastatin mampu mengurangi plak dibandingkan dengan jenis Statin lainnya untuk pengobatan dislipidemia.

Efektivitasn Oloduo sebagai obat kombinasi juga sudah dibuktikan. Dalam uji klinis yang dilakukan terhadap pasien hipertensi dan dislipidemia di Korea, pasien yang mengonsumsi Oloduo mampu menunjukkan tingkat penurunan tekanan darah dan kolesterol yang sama dengan pasien yang mengonsumsi Olmesartan dan Rosuvastatin secara terpisah serta tingkat keamanan yang sama.

Pada November tahun lalu, hasil penelitian klinis Oloduo berhasil diikutkan ke dalam American Journal of Therapeutics, jurnal internasional setingkat SCI, berkat manfaatnya and efikasi obat tersebut untuk penanganan hipertensi dan dislipidemia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipertensi darah tinggi
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top