Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Cara Penuhi Serat untuk Anak yang Pilih-pilih Makanan

Pakar ahli gizi, Prof. Saptawati Bardosono mantakan masalah anak yang pilih-pilih makanan membuat para ibu lelah untuk membujuk buah hatinya makan serat.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 03 Juni 2021  |  15:46 WIB
4 Cara Penuhi Serat untuk Anak yang Pilih-pilih Makanan
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh sempurna dengan asupan gizi tercukupi.

Oleh karena itu, serat menjadi hal yang banyak di anjurkan oleh ahli kesehatan untuk tumbuh kembang anak.

Namun, acapkali menekankan pentingnya anak konsumsi serat masih dianggap remeh bagi para orang tua di Indonesia.

Pakar ahli gizi, Prof. Saptawati Bardosono mantakan masalah anak yang pilih-pilih makanan membuat para ibu lelah untuk membujuk buah hatinya makan serat.

"Rekomendasi asupan serat pangan masih merupakan masalah yang kompleks dan membutuhkan konsolidasi serta evaluasi terhadap dampak kesehatan yang diakibatkan oleh kekurangan asupannya. Oleh karena itu, para orang tua jangan menyerah dalam menanamkan kebiasaan baik mengkonsumsi serat pada anak," ujar Saptawati secara virtual pada peluncuran kampaye Jam Makan Serat dari Bebelac Indonesia, Kamis (3/6/2021).

Untuk itu, pakar ahli gizi tersebut membagikan strategi agar anak mendapatkan asupan serat yang cukup seperti berikut :

1. Memberi contoh

Orang tua atau ibu adalah sosok yang paling dekat dan selalu terlihat oleh anak. Dengan melihat orang tuanya memakan aneka serat seperti sayur atau buah, anak akan mengikuti hal tersebut. Ajaklah anak makan serat bersama agar rutinitas tersebut menjadi kebiasaan.

2. Memberi sayur pada setiap makan utama

Cobalah terus berkali-kali untuk menambakan serat sayur pada menu makanan utama anak. Jangan menyerah meski anak menolak.
Tetap mengenalkan beragam makanan sehat termasuk sayur dan buah. Lalu, berikan anak buah sebagai selingan antara waktu makan utama.

3. Menyediakan bahan makanan kaya kandungan serat

Whole grain atau makanan tinggi serat dapat ditemui pada roti, biskuit, dan sereal. Tambahkan kacang-polong dalam hidangan lauk atau sup. Selalu sediakan produk makanan yang diperkaya dengan serat agar anak tidak mudah lapar dan ingin makan makanan tidak sehat.

4. Membuat makanan selingan yang mengandung serat

Pada saat belum masuk jam anak untuk makan pagi, makan siang atau makan malam. Anak umumnya ingin mengemil makanan ringan. Biasanya makanan ringan kesukaan anak adalah makanan manis yang berlemak dan tidak berserat. Makan dari itu, para orang tua harus menyediakan stok makanan berserat untuk mengantikan cemilan tidak sehat anak.

Makanan berserat yang bisa di jadikan pilihan seperti gandum, buah, sayur atau kacang polong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan berserat parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top