Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Kuku Covid, Efek Samping Setelah Sembuh dari Covid-19

Penyintas Covid-19 mungkin akan mendapat efek samping berupa Kuku Covid atau Covid Nails. Bagaimana gejalanya?
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  14:38 WIB
Sindrom Kuku Covid - Health.com
Sindrom Kuku Covid - Health.com

Bisnis.com, JAKARTA - Ada banyak gejala aneh yang muncul setelah seseorang sembuh dari virus Corona atau Covid-19, mulai dari batuk terus-menerus hingga rambut rontok. Kini, muncul efek samping baru yang perlu diwaspadai yakni Covid Nails atau kuku Covid.

Sebenarnya, Covid nails memiliki nama medis yakni Beau’s Line atau garis Beau. Dilansir dari Health.com, dokter kulit asal New York Doris Day menjelaskan munculnya garis beau ini dikarenakan penyakit.

"Ketika Anda mengalami stres fisiologis utama, seperti penyakit, pada dasarnya Anda mengalami perubahan siklus kuku," ujarnya dikutip Selasa (9/6/2021).

Covid Nails muncul di semua kuku bukan hanya di satu kuku. Bahkan, garis Beau ini mungkin muncul di kuku kaki Anda.

Lebih lanjut, dokter Day mengatakan Covid Nails ini tidak akan langsung muncul ketika Anda terpapar virus Corona, tetapi muncul antara dua sampai tiga bulan kemudian. Meski demikian, tidak semua orang yang terpapar Covid-19 mengalami gejala ini.

Seorang ahli epidemiologi Inggris dan peneliti Zoe COVID Symptom Study Tim Spector, membagikan fenomena soal kuku covid beserta fotonya.

“Apakah kuku Anda terlihat aneh? Kuku COVID semakin dikenali saat kuku pulih setelah infeksi dan pertumbuhan pulih meninggalkan garis yang jelas,” tulis @timspector, Minggu (30/5/2021).

“Kuku Covid atau garis Beau dapat terlihat seperti tonjolan atau lekukan,” tambah dokter Day.

Namun perlu diperhatikan, tidak semua garis Beau menjadi indikasi Anda terinfeksi Covid-19. Pakar Penyakit Menular Amesh A. Adalja, mengutip dari Health, menyatakan berbagai jenis penyakit sistemik dapat mengganggu pertumbuhan kuku dan menimbulkan kelaian kuku.

“Flu, infeksi, dan apa pun yang menyebabkan demam tinggi juga dapat menyebabkan alur ini,” imbuh Adalja.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top