Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19: Kenali Varian, Gejala dan Pencegahannya

Apabila kita terinfeksi virus ini, fatal akibatnya sehingga kita harus benar-benar menghindarinya. Selain kita harus disiplin menegakkan protokol 5M, untuk melengkapinya kita harus divaksinasi.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 23 Juni 2021  |  13:20 WIB
Ilustrasi - Warga mengantre dengan berdesak-desakan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 tanpa menerapkan jaga jarak di Sentra Vaksinasi Gradhika, kompleks Pemprov Jateng, Rabu (9/6/2021). JIBI - Solopos.com/Imam Yuda S.
Ilustrasi - Warga mengantre dengan berdesak-desakan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 tanpa menerapkan jaga jarak di Sentra Vaksinasi Gradhika, kompleks Pemprov Jateng, Rabu (9/6/2021). JIBI - Solopos.com/Imam Yuda S.

Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat mesti mengenali varian virus Covid-19, gejala serta cara mencegah penularannya.

Hal itu perlu diketahui agar lonjakan kasus yang terjadi akhir-akhir ini bisa ditekan bersama-sama.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana sekaligus Anggota Tim Pakar Medis Satgas Covid-19 I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengingatkan sifat virus Corona penyebab Covid-19.

“Virus Covid-19 ini mudah berubah, varian of concern bagi saya itu ada dua, yakni varian Alfa B.1.1.7 dan Delta B.1.617," ujar Mahardika, Rabu (23/6/2021).

Di samping mutasi virus, dia menyebutkan terjadinya lonjakan kasus karena adanya kerumunan.

Mahardika mendukungan adanya percepatan untuk melawan virus Covid-19.

“Vaksin sudah diteliti dan masih efektif melawan varian virus terutama Alfa dan Delta. Saya mendukung percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah, karena dengan 40-50 persen cakupan vaksinasi di negara-negara Eropa, mereka sudah berani mengadakan Piala Eropa 2021,” imbuhnya.

Sementara itu, Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran mengatakan Covid-19 memiliki dampak destruktif karena bisa mengakibatkan kematian. Itu sebabnya masyarakat mesti menghindari virus ini.

“Apabila kita terinfeksi virus ini, fatal akibatnya sehingga kita harus benar-benar menghindarinya. Selain kita harus disiplin menegakkan protokol 5M, maka untuk melengkapinya kita harus divaksinasi,” ucapnya.

Menurut Kusnandi vaksin sudah efektif dalam memberikan tingkat perlindungan yang diperlukan. Kalaupun terinfeksi, jika sudah mendapat vaksinasi, akan mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian bagi pasien.

Ia berpesan agar masyarakat jangan takut divaksinasi. Justru masyarakat harus takut dengan virusnya.

“Kita harus memberi pemahaman kepada masyarakat betapa jahatnya Covid-19 ini. Saya yakin dengan fakta yang sekarang ini kita tampilkan, banyaknya kesakitan dan kematian akibat Covid-19, masyarakat mulai sadar pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi,” kata Kusnandi.

Sementara itu Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra menyebutkan kondisi saat ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar.

Kita harus memperkuat protokol kesehatan di perkantoran, pemukiman, pusat perbelanjaan, sampai kampung di pelosok.

“Pemerintah harus mampu memberdayakan sumber daya hingga ke desa-desa untuk mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat,” pesannya.

Melihat kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini, Hermawan berpendapat cara terbaik memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah dengan mencegahnya.

“Cara terbaik untuk mencegah penularannya adalah menghindari kerumunan,” tegasnya.

 
 
#ingatpesanibu, #sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Protokol Pencegahan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru kerumunan
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top