Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Insentif dan Inovasi Diperluakan Untuk Tekan Preveleansi Merokok

Risiko tembakau alternatif dianggap lebih rendah dibandingkan produk konvensional.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 19 September 2021  |  16:47 WIB
Insentif dan Inovasi Diperluakan Untuk Tekan Preveleansi Merokok
Ilustrasi Perokok. - Imt.ie

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah didesak untuk memberikan insentif untuk menurunkan prevelansi merokok dan menekan risiko. 

Chief Executive Officer (CEO) Center for Market Education Carmelo Ferlito  mengatakan bahwa bukti ilmiah yang menunjukan produk-produk tembakau alternatif memiliki risiko lebih rendah dibandingkan rokok konvensional membuat pakar-pakar kebijakan global mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk memberikan insentif. 

Selain untuk mendorong penurunan prevalansi merokok, menurutnya,  insentif diperlukan industri produk tembakau alternatif untuk mendongkrak inovasi supaya menghadirkan berbagai jenis produk lebih rendah risiko yang dapat memenuhi kebutuhan perokok dewasa. 

Carmelo Ferlito mengatakan inovasi bakal menopang pertumbuhan, pasar, dan ekonomi. Sementara untuk mendorong adanya inovasi diperlukan kerangka kebijakan publik yang kondusif, termasuk bagaimana caranya untuk mendorong para pelaku industri terus melakukan inovasi. 

“Kebijakan publik perlu fokus untuk memberi ruang agar tercipta lebih banyak eksperimen, dan inovasi. Serta menghilangkan berbagai hambatan yang menghalagi proses pembuatan atau pengembangan produk tersebut. Oleh karenanya perlu insentif untuk mendorong itu semua,” ujarnya dalam webinar The New Wave of Innovation Policies in Asia, akhir pekan lalu. 

Dia menilai kebijakan publik yang mendorong inovasi belum banyak dilakukan oleh banyak negara, terutama di Asia. Apalagi terkait produk-produk tembakau alternatif. Padahal produk-produk tembakau alternatif disebut Carmelo telah terbukti secara ilmiah menjadi penengah antara aspek kesehatan dan konsumsi nikotin bagi perokok dewasa. 

Negara-negara di Asia, tuturnya, perlu mencontoh kebijakan di negara lain yang telah berhasil mendukung inovasi-inovasi tembakau alternatif yang lebih rendah risiko sekaligus berhasil menekan prevalensi merokok. Salah satu kebijakannya terkait dengan memberikan insentif. Adanya insentif tersebut bukan hanya akan mendorong gelombang inovasi namun juga akan menjadikan produk inovasi tersebut terjangkau perokok dewasa. 

“Insentif-insentif berperan agar produk-produk inovasi ini bisa menjangkau pasar dan konsumen. Sayangnya, kerangka kebijakan di Asia, masih mengacu pada konsumsi tembakau dan nikotin, masih sangat terfragmentasi,” katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merokok
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top