Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CEO Pfizer dan Moderna: Kehidupan Normal akan Kembali dalam Setahun

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sangat menentang peluncuran suntikan booster secara luas, dengan mengatakan negara-negara kaya harus memberikan dosis ekstra ke negara-negara dengan tingkat vaksinasi minimal.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 27 September 2021  |  09:12 WIB
CEO Pfizer dan Moderna: Kehidupan Normal akan Kembali dalam Setahun
CEO dan Chairman Pfizer Albert Bourla. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - CEO Pfizer Albert Bourla memperkirakan kehidupan normal akan kembali dalam setahun. Dalam sebuah wawancara di ABC “This Week” dia juga menambahkan bahwa mungkin suntikan vaksinasi Covid tahunan akan diperlukan.
 
“Tapi, sekali lagi, masih harus dilihat,” katanya.
 
Senada dengan Bourla, CEO Moderna Stéphane Bancel juga memprediksi hal yang sama.
 
“Mulai hari ini, dalam setahun, saya berasumsi” kata Bancel kepada surat kabar Swiss Neue Zuercher Zeitung, menurut Reuters pada hari Kamis, ketika ditanya perkiraannya untuk kembali ke kehidupan normal.
 
Untuk dapat mewujudkan hal tersebut,melansir CNBC, Senin (27/9/2021), Bourla dari Pfizer menyarankan suntikan vaksin virus corona tahunan mungkin akan diperlukan. Menurutnya, karena virus ini tersebar di seluruh dunia, kita akan terus melihat varian baru yang keluar.
 
“Juga kami akan memiliki vaksin yang akan bertahan setidaknya satu tahun, dan saya pikir skenario yang paling mungkin adalah vaksinasi tahunan, tetapi kami tidak tahu persis, kami harus menunggu dan melihat datanya.” ungkapnya.
 
Pada hari Jumat, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Dr. Rochelle Walensky mengizinkan distribusi suntikan booster Covid-19 Pfizer dan BioNTech untuk mereka yang berada di lingkungan kerja dan institusi berisiko tinggi, sebuah langkah yang mengesampingkan panel penasihat.
 
Walensky menyetujui mendistribusikan suntikan booster ke orang Amerika yang lebih tua dan orang dewasa dengan kondisi medis yang mendasarinya setidaknya enam bulan setelah rangkaian suntikan pertama mereka, sesuai dengan panel penasehat.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sangat menentang peluncuran suntikan booster secara luas, dengan mengatakan negara-negara kaya harus memberikan dosis ekstra ke negara-negara dengan tingkat vaksinasi minimal.
 
Sementara itu, pada hari Selasa, mantan kepala CDC, Tom Frieden, mengkritik Moderna dan Pfizer karena tidak membagikan kekayaan intelektual vaksinasi secara lebih luas untuk membantu mempercepat tingkat vaksinasi global.
 
“Sementara berfokus pada penjualan vaksin mahal ke negara-negara kaya, Moderna dan Pfizer hampir tidak melakukan apa pun untuk menutup kesenjangan global dalam pasokan vaksin. Memalukan. ” tulis Frieden melalui akun Twitternya @DrTomFrieden.
 
Menanggapi cuitan Frieden, Bourla mengatakan bahwa dia sangat bangga dengan apa yang telah mereka lakukan.
 
“Saya tidak tahu mengapa (Frieden) menggunakan kata-kata ini. Kami sangat bangga. Kami telah menyelamatkan jutaan nyawa,” katanya.
 
Dia juga menambahkan, Pfizer menjual vaksin dengan harga berbeda ke negara-negara dengan tingkat kekayaan yang berbeda. Negara-negara berkembang membeli vaksin dengan biaya dari Pfizer. Dan Bourla menunjukkan fakta bahwa Pfizer menjual satu miliar dosis vaksin kepada pemerintah AS dengan biaya. Pemerintah AS kemudian menyumbangkan dosis vaksin itu “tanpa biaya, sepenuhnya gratis, ke negara-negara termiskin di dunia,” katanya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pfizer Covid-19 moderna
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top