Ilustrasi/helpguide.org
Health

Waspada! Mendengkur Ternyata dapat Memicu Serangan Jantung

Ni Luh Anggela
Rabu, 29 September 2021 - 12:36
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Serangan jantung adalah kondisi ketika pasokan darah ke jantung mendadak terhenti. Gejala-gejala serangan jantung sangat khas dan tiba-tiba. Bahkan ada penderita yang tidak mengalami gejala.
 
Regina Giblin, seorang perawat jantung senior di British Heart Foundation, mengatakan bahwa gejala yang paling umum, baik untuk pria maupun wanita, adalah nyeri dada sentral yang tiba-tiba atau rasa tidak nyaman di dada yang tidak kunjung hilang, yang dapat terasa seperti tekanan, sesak, atau diremas.
 
Serangan jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Namun, ini merupakan penyakit yang dapat dicegah. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi menjadi salah satu pemicu serangan jantung, tetapi satu faktor risiko lain yang kurang diketahui banyak orang mungkin bisa dibilang lebih berbahaya.
 
Faktor risiko yang jarang dibicarakan adalah dengkuran yang berlebihan, yang menghalangi saluran udara dan menyebabkan sleep apnea.
 
Melansir Express, Rabu (29/9/2021), satu studi yang diterbitkan dalam jurnal Laryngoscope pada tahun 2013 menunjukkan bahwa arteri karotis pada pendengkur memiliki dinding arteri yang menebal. Pembengkakan dinding ini menunjukkan kerusakan akibat trauma dan peradangan yang disebabkan oleh getaran mendengkur.
 
Penelitian lain sebelumnya menyarankan efek kausal terbalik, menunjukkan bahwa kerusakan arteri sebenarnya penyebab sleep apnea. Para peneliti menyarankan bahwa kerusakan arteri datang lebih dulu, menurunkan jumlah oksigen dalam darah yang pada gilirannya menyebabkan masalah pernapasan.
 
Temuan penelitian menunjukkan bahwa mendengkur merupakan faktor risiko yang lebih besar untuk stroke dan serangan jantung daripada merokok, kelebihan berat badan atau memiliki kolesterol tinggi.
 
Sebuah badan penelitian berbeda yang menyelidiki efek mendengkur pada jantung menemukan bahwa ada risiko aritmia jantung dua kali lipat lebih tinggi di antara individu dengan sleep apnea, dan risiko gagal jantung 140 persen lebih tinggi.
 
Ada banyak hipotesis yang mengungkapkan efek kausal dari sleep apnea pada kondisi ini.
 
Apnea tidur obstruktif, bentuk paling umum dari kondisi ini, disebabkan oleh kolaps atau penyumbatan saluran napas bagian atas saat tidur. Jika tidak diobati, dapat mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan termasuk hipertensi, stroke, aritmia, diabetes dan obesitas. Orang yang membawa kelebihan berat badan berisiko mengalami kondisi tersebut karena lemak di tenggorokan mereka dapat memperburuk masalah.
 
Beberapa peneliti percaya penderita terus-menerus terjaga dan karena itu merasa lelah di siang hari, dengan beberapa peneliti menyarankan ini bisa menjadi faktor penyebab. Menariknya, kondisi tersebut ditemukan pada 47 hingga 83 persen orang dengan penyakit kardiovaskular, dan 35 persen orang dengan tekanan darah tinggi.

Penulis : Ni Luh Anggela
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro