Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Cara Mencegah  Stroke di Usia Muda

Gejala stroke otak di usia muda adalah rasa lemas atau mati rasa yang tiba-tiba pada satu sisi tubuh diikuti dengan kesulitan melihat dan berbicara.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 01 November 2021  |  08:58 WIB
5 Cara Mencegah  Stroke di Usia Muda
Stroke - webmd.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Stroke otak adalah suatu kondisi yang mempengaruhi otak dan merupakan penyebab utama kecacatan. Dalam 10 tahun terakhir, stroke menyerang kelompok usia yang lebih muda.

Mengutip dari Indianexpress, Senin (1/11/2021), terjadi peningkatan kasus stroke hingga 100 persen pada periode 1996-2019. Stroke otak biasanya dimulai dengan rasa lemas atau mati rasa yang tiba-tiba pada satu sisi tubuh diikuti dengan kesulitan dalam melihat, berbicara atau kehilangan koordinasi dalam tubuh.

Stroke dapat terjadi karena suplai darah ke otak yang terbatas atau pecahnya pembuluh darah yang mengakibatkan kematian sel-sel otak. Simak 5 cara untuk mencegah stroke:

1. Mengobati hipertensi

Faktor risiko penyebab stroke adalah hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, menyebabkannya menyempit, bocor atau pecah. Pantaulah tekanan darah tinggi secara teratur diperlukan untuk mencegah stroke otak.

2. Kelola diabetes

Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan gumpalan, sehingga meningkatkan kemungkinan stroke.

Segeralah pastikan kadar gula darah Anda dalam kondisi yang normal untuk mencegah stroke bagi mereka yang menderita diabetes.

3. Makan yang sehat

Konsumsilah buah-buahan dan sayuran segar setiap hari ini untuk mencegah stroke. Lakukan diet seimbang dengan makanan yang rendah natrium, lemak jenuh dan lemak trans, dan tinggi serat dapat membantu menurunkan kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi, yang keduanya diketahui meningkatkan risiko stroke.

4. Olahraga

Tetap aktif secara fisik dan berolahraga secara teratur sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental Anda. Selain itu, olahraga teratur dapat membantu seseorang menurunkan berat badan, mengatur tekanan darah, dan menurunkan kadar kolesterol, sehingga mengurangi kemungkinan terkena stroke.

5. Katakan Tidak untuk Merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko stroke karena mengentalkan darah dan menyebabkan risiko penggumpalan darah yang lebih tinggi. Dengan demikian, berhenti merokok dapat membantu mengurangi risiko stroke secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes hipertensi darah tinggi stroke
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top