Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Itu Diet Intermitten Fasting? Apakah Cocok untuk Semua Orang?

Apa itu diet puasa atau intermitten fasting? Apakah metode ini cocok untuk semua orang? Simak penjelasannya.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 01 November 2021  |  13:45 WIB
Ilustrasi diet puasa atau intermitten fasting - Istimewa
Ilustrasi diet puasa atau intermitten fasting - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tren diet selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Diet puasa atau intermiten fasting (IF) merupakan salah satu metode yang populer untuk menurunkan berat badan. Namun, apakah intermitten fasting cocok untuk semua orang?

Metode puasa telah menjadi bagian dari berbagai budaya selama beberapa tahun. Puasa dikenal sebagai salah satu ibadah yang dijalankan umat muslim di seluruh dunia. Kini, konsep puasa ternyata bisa diterapkan untuk menurunkan berat badan dan mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Banyak orang menerapkan diet puasa atau intermitten fasting karena tidak ada batasan kelompok makanan untuk dikonsumsi. Selain itu, metode diet ini juga menyediakan jendela makan yang fleksibel.

Tak heran, intermitten fasting dapat dengan mudah diikuti dengan diet lain, seperti rendah karbohidrat dan keto untuk mempercepat proses penurunan berat badan.

"Meskipun metode puasa aman untuk diikuti, mungkin tidak bermanfaat untuk semua orang," ujar pelatih Lifestyle and Wellness Luke Coutinho seperti dilansir dari Times of India, Senin (1/11/2021).

Lantas, apa itu diet puasa atau intermitten fasting?

Intermiten fasting sebenarnya hanya versi modifikasi dari cara puasa tradisional. Ini melibatkan rutinitas antara periode makan dan puasa. Periode makan sebagian besar hanya sekitar 6 jam sampai 8 jam diikuti oleh jendela puasa, yakni 16 sampai 14 jam.

Jika Anda ingin mengikuti diet ini, maka Anda hanya boleh mengonsumsi semua kalori dari makanan dalam sehari di dalam jendela makan. Setelah itu, Anda harus berpuasa selama sisa periode tersebut.

Ada beberapa jenis diet puasa yang umum dilakukan seperti 16/8, 14/10, puasa seharian 24 jam, puasa bergantian, dan lain-lain. Namun, hal itu semua tergantung pada kebugaran fisik dan tujuan akhir Anda.

Sebagian besar mereka melakukan diet puasa untuk menurunkan berat. Ada juga orang yang ingin membantu meningkatkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, dan memiliki fisik lebih sehat.


Apakah diet puasa baik untuk semua orang?

Kebanyakan orang yang menjalani diet puasa melewatkan sarapan. Mereka juga makan malam lebih awal agar sesuai dengan asupan kalori harian mereka dalam jendela makan yang sudah ditetapkan.

Namun, Luke Coutinho mengatakan bahwa melewatkan sarapan mungkin bukan hal yang ideal untuk dilakukan semua orang.

"Beberapa mungkin mendapat manfaat dari melewatkan sarapan, tetapi orang lain mungkin tidak mendapatkan apa pun dari melewatkan makan pagi mereka," imbuhnya.

Pasalnya, dia mengatakan sarapan kadang dianggap sebagai waktu makan terpenting dalam sehari. Sarapan yang sehat di pagi hari dapat membantu meningkatkan metabolisme, memberi energi, dan membantu membakar kalori sepanjang hari.

Meski demikian, Luke tidak menampik bahwa eberapa orang dapat melakukannya dengan baik dengan melewatkan makanan penting dalam sehari.

"Orang lain mungkin membuat perjalanan mereka untuk menurunkan berat badan menjadi lebih rumit. Sebaiknya dengarkan kondisi tubuh Anda dan bertindak sesuai kebutuhannya," ucapnya.

Dia mengatakan bahwa beberapa orang merasa lapar di pagi hari dan ini membuat mereka frustrasi. Dalam kasus seperti itu, lanjutnya, tidak apa-apa untuk makan dari pada merusak mood sepanjang hari.

Jika Anda makan tadi malam, lanjutnya, Anda mungkin sarapan setelah jam 10 pagi karena mungkin tidak merasa lapar di pagi hari. Luke mengatakan apabila Anda makan malam sebelum matahari terbenam, Anda pasti akan merasa lapar di pagi hari.

"Itu tergantung pada bagaimana perasaan Anda dan bagaimana Anda merencanakan hari Anda. Jika Anda merasa lapar ya makan saja, untuk apa menunggu?" imbuhnya.

Intermiten fasting merupakan salah satu metode diet yang aman dan efektif. Tidak ada keraguan bahwa diet puasa bekerja untuk menurunkan berat badan dan membantu meningkatkan kesehatan Anda.

Namun, perlu diingat bahwa metode ini tidak bekerja dengan cara yang sama untuk semua orang. Ingat, kondisi tubuh setiap individu berbeda.

Luke menuturkan kondisi kesehatan dan kebutuhan tubuh semua orang sangat unik. Apa yang berhasil untuk orang lain mungkin tidak berhasil untuk Anda.

"Jadi dengarkan tubuh Anda dan lakukan apa yang berhasil untuk Anda," ujar Luke.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa tips sehat diet berat badan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top