Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendengarkan Musik Favorit Kurangi Masalah Gangguan Kognitif Ringan

Mendengarkan musik yang dikenali dan disukai berulang kali diketahui dapat membantu orang dengan gangguan kognitif ringan atau penyakit Alzheimer dini, menurut sebuah penelitian.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  21:20 WIB
Mendengarkan Musik Favorit Kurangi Masalah Gangguan Kognitif Ringan
Ilustrasi - wccftech
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Anda senang mendengarkan musik? Jika ya, Anda perlu mempertahankan kebiasaan baik dan menyenangkan ini.

Mendengarkan musik yang dikenali dan disukai berulang kali diketahui dapat membantu orang dengan gangguan kognitif ringan atau penyakit Alzheimer dini, menurut sebuah penelitian.

Penelitian yang dilakukan di University of Toronto dan Unity Health Toronto ini merupakan penelitian pendahuluan, dan hanya melibatkan 14 peserta dimana enam diantaranya adalah musisi professional. Demikian dilansir dari Very Well Health, Selasa (7/12/2021).

Namun temuan ini menambahkan bukti yang berkembang bahwa mendengarkan musik yang dikenali dan disukai secara berulang-ulang menghasilkan perubahan fungsi dan struktur mental di dalam otak.

Seorang profesor di Fakultas Musik dan Temerty Fakultas Kedokteran di University of Toronto Michael Thaut menjelaskan, perubahan tersebut terjadi di jalur saraf otak di area yang berkorelasi dengan kinerja memori pada pengujian neurologis.

“Fitur paling penting dari musik yang digunakan dalam penelitian ini adalah relevansinya dengan masing-masing peserta,” kata Michael.

Setiap orang mendengarkan musik yang mereka kenal dan sukai dan itu adalah kenangan penting bagi mereka.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat meningkatkan suasana hati dan kecemasan pada pasien dengan demensia ringan atau Alzheimer dini.

Namun, apakah musik dapat membantu fungsi otak masih belum jelas.

Untuk mengujinya, tim peneliti membuat studi percontohan untuk melihat efek dari lagu dan melodi yang sangat akrab dan penting bagi pendengarnya, yang mereka sebut sebagai ‘musik yang menonjol secara otobiografi’.

Adapun 14 peserta ini merupakan pasien dari Klinik Gangguan Memori Rumah Sakit St. Michael, yang merupakan rumah bagi musisi dan seniman profesional.

Para peserta diwawancarai dan diminta untuk mengidentifikasi musik instrumental atau vokal yang telah mereka ketahui setidaknya selama 20 tahun dan yang memiliki arti khusus bagi mereka.

Daftar putar individual berdurasi satu jam dibuat untuk setiap peserta. Daftar putar yang berbeda berisi potongan-potongan dari berbagai genre musik, dengan kedua kelompok lebih banyak memilih musik vokal daripada musik instrumental.

Para peserta diminta untuk mendengarkan playlist mereka selama satu jam setiap hari selama tiga minggu dan fokus pada musik saat mereka mendengarkannya. Pengasuh peserta juga dapat berpartisipasi dalam sesi mendengarkan.

Sebelum dan setelah masa studi tiga minggu ini, fungsi kognitif peserta diuji dan mereka menjalani pemindaian otak MRI fungsional, di mana mereka diminta untuk mendengarkan klip pendek dari musik yang sudah dikenal dan klip musik baru yang cocok dengan gayanya.

Setelah penelitian, tes kognitif peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor memori.

Para penulis mencatat bahwa mendengarkan musik yang sudah lama dikenal memiliki ‘dampak yang secara umum menguntungkan’ pada pasien.

Beberapa pemindaian otak menunjukkan perubahan pada bagian materi putih otak.

Perubahan otak para musisi lebih kecil daripada yang terlihat pada non-musisi, yang menurut konsultan asosiasi senior dan asisten profesor di Departemen Neurologi dan Divisi Neurologi Perilaku di Mayo Clinic Vijay Ramanan, dapat menunjukkan bahwa musisi sudah memiliki jaringan memori yang lebih efisien untuk musik daripada non-musisi.

Meski menunjukkan hasil yang memuaskan, Michael mengatakan bahwa studi yang lebih besar perlu untuk dilakukan untuk mengonfirmasi temuan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musik otak
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top