Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Kesehatanmu, Untuk Investasi Jangka Panjang!

Kesadaran pencegahan terhadap penyakit merupakan hal yang penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat Indonesia.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  10:31 WIB
Foto: dok. Prodia
Foto: dok. Prodia

Bisnis.com, JAKARTA– Data May Measurement Month (MMM) menunjukan bahwa sebagian besar orang Indonesia baru akan mengubah gaya hidup setelah mengalami gangguan kesehatan atau penyakit tertentu.

Oleh sebab itu, aspek kesadaran pencegahan terhadap penyakit merupakan hal yang penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat Indonesia, karena pada dasarnya gangguan kesehatan atau penyakit tertentu dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini sebelum penyakit tersebut muncul dan berkembang.

Lebih lanjut, berdasarkan informasi dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 4 Juli 2020 terkait “Penyakit Tidak Menular Kini Ancam Usia Muda” disebutkan bahwa penyakit tidak menular di Indonesia terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat, bahkan dari data riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukan bahwa lebih dari 95% masyarakat Indonesia kurang mengkonsumsi sayur dan buah, serta lebih dari 30% masyarakat kurang beraktifitas secara fisik.

Dari hal ini, penting bagi seseorang untuk dapat mengidentifikasi dirinya, khususnya dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, potensi-potensi penyakit komorbid yang dimiliki, ataupun penyakit yang berasal dari genetik dan keturunannya bahkan ketika Covid-19 ini relatif membaik.

Banyak dari penyakit bawaan tersebut pada dasarnya dapat dicegah dengan mengubah pola gaya hidup, mengkondisikan faktor lingkungan, hingga asupan nutrisi makanan yang dikonsumsi.

Di sisi lain, penyakit Covid-19 masih menjadi bayang-bayang di masyarakat Indonesia untuk kembali menuju ke kehidupan normal. Data telah menunjukan bahwa, seseorang dengan penyakit bawaan (Komorbid), berpotensi memiliki efek risiko yang lebih parah ketika terinfeksi virus corona tersebut.

Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pencegahan penyakit melalui pemeriksaan kesehatan tentunya tidaklah sebanding dengan biaya yang dikeluarkan ketika penyakit tersebut sudah terjadi. Tidak sedikit dana yang habis dalam sekejap akibat operasi, rawat inap, dan juga obat-obatan rutin yang harus dikonsumsi seumur hidup.

Padahal hal-hal ini dapat dicegah sejak dini dengan mengetahui risiko penyakit yang dimiliki, melalui medical check-up atau pemeriksaan rutin kesehatan. Bahkan, beberapa pemeriksaan kesehatan cukup dilakukan sekali seumur hidup untuk dapat mengidentifikasi penyakit yang berpotensi akan terjadi.

Prodia menyediakan berbagai macam layanan pemeriksaan rutin hingga pemeriksaan esoterik untuk dapat mengidentifikasi penyakit yang dimiliki seseorang. Prodia juga memiliki pemeriksaan genomik untuk dapat memprediksi penyakit seseorang yang akan muncul di masa yang akan datang berdasarkan kondisi genetik yang dimiliki seseorang.

Pemeriksaan yang disediakan Prodia terbagi menjadi individual test yang berfokus pada satu jenis pemeriksaan, dan panel test yang merupakan paket pemeriksaan secara keseluruhan tergantung jenis panel yang dipilih pelanggan.

Sejalan dengan komitmen Prodia untuk mempromosikan paradigma sehat, Prodia selalu mengembangkan tes-tes terbaru serta melengkapi jenis tes dan panel pemeriksaan kesehatan agar dapat melayani kebutuhan pemeriksaan kesehatan masyarakat Indonesia yang semakin hari semakin meningkat. Saat ini, terdapat kurang lebih 800 jenis tes pemeriksaan kesehatan yang dapat dilakukan oleh Prodia secara mandiri. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan prodia
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top