Ilustrasi/Thetrentonline
Relationship

8 Keterampilan yang Harus Dimiliki Agar Anda bisa Naik Jabatan atau Gaji

Jessica Gabriela Soehandoko
Kamis, 16 Desember 2021 - 20:35
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak orang yang berpikir bahwa negosiasi mirip dengan konfrontatif. Namun hal ini memang tidak jauh dari kebenaran.

Dibandingkan bernegosiasi dengan tujuan untuk menang, Anda dapat fokus untuk menemukan resolusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Hal inilah yang sebenarnya disebut sebagai negosiasi.

Keterampilan negosiasi persuasif dapat membantu Anda mencapai tujuan dan menyelesaikan pekerjaan Anda di lingkungan yang memiliki banyak ide, pendapat, dan prioritas yang berbeda.

Selain itu, keterampilan ini dapat membantu Anda membangun hubungan yang lebih baik dengan atasan dan rekan kerja Anda, menghindari konflik, dan mengarahkan Anda dan tim Anda ke solusi yang lebih baik.

Kemudian, berikut beberapa kemampuan yang perlu Anda miliki dalam bernegosiasi agar dapat naik jabatan atau gaji, yang dilansir dari Insider.

1. Mendengar secara aktif

Saat Anda bernegosiasi, perhatikan bahwa Anda benar-benar memperhatikan. Seringkali ketika kita gugup atau fokus pada agenda kita sendiri, kita mungkin tidak sepenuhnya mendengar apa yang dikatakan orang lain.

Anda dapat mengambil jeda sejenak setelah orang lain berbicara, mengulang kembali apa yang baru saja Anda dengar, dan menanyakan apakah Anda mendengarnya secara akurat.

2. Memecahkan masalah

Jika terdapat suatu masalah, maka Anda dapat mencoba untuk memecahkan masalah tersebut. Untuk mendapatkan solusi yang menyenangkan semua orang, Anda harus dapat melihat masalah dari berbagai perspektif. Anda perlu bertukar pikiran serta mengevaluasi jalur potensial ke depan meskipun masih belum terlalu jelas.

Pastikan bahwa Anda dapat mencapai tujuan Anda seperti keputusan yang juga akan menguntungkan manajer Anda. Anda kemudian dapat meminta bonus akhir tahun yang terkait dengan pencapaian sebuah tujuan atau memulai percakapan yang berhubungan dengan promosi.

3. Kemampuan membaca bahasa tubuh

Saat Anda bernegosiasi, penting bagi Anda untuk memperhatikan perubahan bahasa tubuh orang lain. Hal ini akan memberi Anda petunjuk berharga tentang apa yang mereka pikirkan atau rasakan. Jika mereka mulai mengerutkan kening, mengerutkan alis, atau menyilangkan tangan, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak setuju.

Berhati-hatilah untuk menjaga bahasa tubuh dan ekspresi wajah Anda tetap netral, letakkan tangan di samping tubuh, pertahankan kontak mata, dan tersenyum.

4. Persuasi

Untuk menerima kenaikan gaji atau promosi atau mencapai tujuan lain yang mungkin Anda miliki dalam sebuah negosiasi, Anda harus mengidentifikasi alasan yang kuat dan menyampaikannya dengan cara yang sesuai dengan audiens Anda.

Anda dapat memulai dengan memaparkan pencapaian Anda yang dengan data, sehingga Anda menjadi lebih meyakinkan.

5. Kecerdasan emosional

Negosiasi membutuhkan kesadaran diri, empati, dan kemampuan untuk mengelola emosi Anda sendiri dan mengenali emosi orang lain. Contohnya Anda dapat melihat momen yang tepat dalam mengajukan permintaan.

Jika Anda tidak mendapatkannya, Anda perlu tetap positif dan konstruktif bahkan ketika mereka tidak senang dengan hasilnya.

6. Kemampuan untuk berkomunikasi secara ringkas

Kebanyakan orang terlalu mengeluarkan informasi yang banyak, terutama jika mereka gugup atau memiliki persiapan yang kurang.

Oleh karena itu, ketika seseorang mengajukan pertanyaan kepada Anda, tetaplah fokus untuk menjawabnya daripada memberikan komentar tambahan.

Dalam kasus ini, Anda direkomendasikan untuk mengakhiri nada Anda dengan poin terpenting dan mengambil jeda singkat sebelum dan sesudah pernyataan.

7. Kerentanan

Jangan lupa untuk menunjukkan sisi kemanusiaan Anda dan mintalah bantuan ketika Anda merasa sulit atau membutuhkan informasi lebih lanjut ketika Anda tidak mengetahui jawabannya. Hal ini membantu Anda untuk tetap tenang dan menumbuhkan empati pada orang lain.

8. Advokasi diri

Sepanjang karir Anda, Anda harus mengadvokasi hal-hal yang penting bagi Anda. Hal ini seperti pendekatan khusus untuk proyek lintas departemen atau waktu istirahat Anda.

Advokasi diri juga bisa berarti membela rekan kerja yang memperlakukan Anda secara tidak adil atau bos yang sepertinya tidak pernah menempatkan Anda untuk proyek yang dapat memajukan karir Anda.

Hal ini berhubungan dengan kesadaran diri untuk memahami apa yang Anda butuhkan dan inginkan, serta membangun kepercayaan diri untuk mengartikulasikannya kepada orang lain

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro