Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Unesco Nobatkan Songket Sebagai Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan Malaysia

Susan Rodgers, Anne Summerfield, dan John Summerfield menyebutkan bahwa songket dikaitkan dengan Kerajaan Sriwijaya dan sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat Palembang dan etnis Melayu pada umumnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Desember 2021  |  11:41 WIB
Unesco
Unesco

Bisnis.com, JAKARTA - Unesco memasukkan songket dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan milik Malaysia.

Mr Punchi Nilame Megaswatte, Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Sri Lanka untuk UNESCO mengatakan pada sidang tahun ini, Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Non-benda memasukkan 4 unsur ke dalam Daftar Warisan Budaya Non-benda yang Perlu Dijaga Mendesak, dan 39 unsur dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan.

Sebenarnya selain Malaysia, songket juga dikenal sebagai pakaian tradisional etnis Melayu di Indonesia, Singapura, dan Brunei.

Dalam sebuah penelitian, Susan Rodgers, Anne Summerfield, dan John Summerfield menyebutkan bahwa songket dikaitkan dengan Kerajaan Sriwijaya dan sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat Palembang dan etnis Melayu pada umumnya.

Di laman Unesco, disebutkan bahwa songket adalah kain tenun tangan tradisional Malaysia yang dibuat oleh wanita di Semenanjung Malaya dan Sarawak.

Istilah songket mengacu pada teknik tenun dekoratif yang digunakan untuk membuat kain, yang melibatkan penyisipan benang emas atau perak di antara benang dasar.

Benang ekstra tampak melayang di atas latar belakang anyaman warna-warni untuk menciptakan efek ornamen. Songket ditenun menggunakan kek, alat tenun tradisional bersusun dua. Produk akhir adalah kain halus yang dihasilkan dari tenun tangan terampil selama berbulan-bulan oleh pengrajin ahli.

Teknik menenun yang sudah ada sejak abad ke-16 ini diturunkan dari generasi ke generasi, dan gaya songket dapat dikenali dari pola desain yang menggunakan bentuk geometris dan elemen organik, seperti bunga, burung, dan serangga.

Bahan songket secara tradisional hanya dikenakan oleh bangsawan dan keluarga mereka. Namun, hari ini digunakan oleh orang Melayu di seluruh negeri dalam pakaian upacara tradisional, untuk instalasi kerajaan, pernikahan, kelahiran, acara-acara perayaan dan acara resmi negara.

Meski tenun songket selalu kokoh di tangan perempuan, laki-laki juga ikut mendukung dengan membuat alat tenun. 

Malaysia mengajukan songket ke Unesco sejak Maret 2020.

Indonesia dalam sidang kali ini mengajukan gamelan sebagai  Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan dan telah diterima oleh Unesco.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unesco songket

Sumber : antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top