Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selamat Hari Ibu: Ini 6 Perempuan Hebat di Kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi 

Status sosial sebagai perempuan, istri dan ibu, tidak menjadi penghalang untuk memiliki karir dan jabatan penting. Selamat Hari Ibu bagi perempuan Indonesia.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  12:44 WIB
Selamat Hari Ibu: Ini 6 Perempuan Hebat di Kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi 
Dua menteri perempuan Kabinet Indonesia Maju, yakni Sri Mulyani (kiri) dan Retno Marsudi (kanan) sedang menikmati teh sambil berbincang/ Instagram
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 memiliki 5 orang perempuan hebat yang memimpin sebagai menteri.

Status sebagai perempuan, ibu dan istri, tidak menghalangan seseorang untuk mengemban jabatan penting. Bagi perempuan yang  memiliki anak, tetaplah semangat untuk mewujudkan mimpi yang sempat tertunda. 

Kolaborasi menteri-menteri perempuan di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 memiliki peran penting terhadap kemajuan ekonomi dan kualitas hidup perempuan. Simak para menteri perempuan di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024

  1. Retno Lestari Priansari Marsudi - Menteri Luar Negeri

Menteri Luar Negeri perempuan pertama sepanjang sejarah, Retno dipercaya dan dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Sebelum menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi adalah Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda di Den Haag.

Lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 27 November 1962, Retno meraih gelar sarjananya di Universitas Gadjah Mada. Ia melanjutkan pendidikan S2 nya di Hukum Uni Eropa, Haagse Hogeschool, Belanda.

Melansir dari Bisnis.com, perempuan yang identik dengan rambut pendeknya itu merupakan orang dalam Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) dan merupakan salah satu diplomat paling bersinar di kementerian tersebut. 

Retno sudah ditempatkan sebagai duta besar Indonesia di Oslo, Norwegia, saat ia berusia 42 tahun. Belum habis masa tugasnya di Oslo, diplomat karir itu sudah diminta kembali ke Jakarta untuk mengisi posisi sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa dan menjadi perempuan pertama dalam sejarah Kemenlu yang menduduki jabatan tinggi tersebut.

Menikah bersama rekan almamaternya di UGM, Retno dan Agus Marsudi dikaruniai dua orang anak, Dyota dan Bagas. Saat ini mereka telah memiliki dua orang cucu laki-laki dan resmi dipanggil ‘YangTi’ dan ‘Kung’ oleh jagoannya itu. 

  1. Sri Mulyani Indrawati  – Menteri Keuangan 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia berada di peringkat ke 66 Most Powerful Women 2021 menurut Forbes. 

Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.

Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menggantikan Boediono yang kala itu dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Melansir dari ekon.go.id, Ia adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan, Kabinet Indonesia Bersatu. Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, maka ia pun meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan. 

Saat ini Sri Mulyani tengah melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Keuangan bersama Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. 

  1. Tri Rismaharini - Menteri Sosial

Menteri Sosial Tri Rismaharini resmi menjabat setelah menggantikan Juliari Batubara yang terjerat kasus korupsi dana bansos Covid-19. Perempuan yang akrab disapa Risma ini sebelumnya tengah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya bersama Whisnu Sakti Buana dari PDIP. 

Sebelum menjadi wali kota, Risma menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010. Risma meniti karir sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS) Kota Surabaya sejak 1990-an.

Perempuan kelahiran Kediri, Jawa Timur, 20 November 1961 itu pernah menolak menjadi menteri karena ingin mencoba menjadi pengajar dan berbisnis setelah jabatan wali kota itu berakhir. Siapa sangka, kasus korupsi Juliari menjadikan Risma digadang-gadang menggantikan posisi Mensos. 

Wanita pertama yang memimpin ibu kota Jawa Timur ini telah meraup berbagai penghargaan, di antaranya pada 2016 meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kategori Mentor, Satyalencana Kebhaktian Sosial, Penghargaan Ki Hajar Award dan banyak lainnya.

Risma juga kerap viral karena tindakannya. Sebut saja saat ia naik pitam ketika Taman Bungkul di Surabaya rusak habis-habisan, perseteruannya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta (Ahok), dan yang terbaru yaitu ketika ia ‘paksa bicara’ penyandang disabilitas. 

  1. Ida Fauziyah - Menteri Ketenagakerjaan

Perempuan kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 17 Juli 1969 ini dikenal lama didunia politik khususnya sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur. Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel ini mengawali karier sebagai guru di MAPK Jombang pada 1994 - 1999. Ida juga sempat mengajar di SMU Khadijah di Surabaya pada 1997 - 1999.

DI bawah naungan PKB, Ida cukup lama berada di Senayan sebagai anggota DPR sejak 1999 hingga 20 Maret 2018. Pada tahun yang sama, dia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Jawa Tengah mendampingi Sudirman Said. 

Gagal menjadi cawagub Jateng, Ida dipanggil oleh Jokowi ke Istana Presiden pada 22 Oktober 2019. Usai pertemuan dengan presiden, Ida menyebut beberapa tugas yang akan diemban mengenai ketenagakerjaan.

  1. Siti Nurbaya - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Bersama Partai NasDem, Siti Nurbaya Bakar melanjutkan posisinya sebagai Menteri KLHK. Sebelumnya ia juga menjabat pada posisi yang sama di Kabinet Indonesia Kerja 2014-2019. Perempuan kelahiran 28 Agustus 1956 ini memulai karirnya pada tahun 1981 di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung. 

Siti Nurbaya pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD-RI dari tahun 2006 hingga 2013. Setelah pensiun sebagai PNS (Sekjen DPD-RI) pada tahun 2013, Siti Nurbaya masuk dunia politik dan menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem.

  1. I Gusti Ayu Bintang Darmavati - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

I Gusti Ayu Bintang Darmavati menduduki jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggantikan Yohana Yambise. Menjadi wanita bali pertama yang menjadi menteri, Bintang merupakan istri dari istri mantan Menkop dan UKM AAN Puspayoga. 

Sebelum diangkat menjadi menteri, Bintang merupakan ASN di Bali dengan jabatan Asisten II Sekda Kota Denpasar. Namanya mungkin tidak banyak terdengar seperti menteri lainnya, Ibu satu anak ini pernah menduduki posisi sebagai Ketua DPD PDIP Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani perempuan hari ibu retno l.p. marsudi
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top