Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masa Inkubasi Omicron Lebih Singkat, Bagaimana Faktanya?

Varian Omicron telah terdeteksi di beberapa negara termasuk Indonesia, sejak pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan dan Botswana. Varian ini disebut sebagai salah satu yang sangat cepat dalam menularkan virus.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  18:45 WIB
Ilustrasi perempuan yang mengalami gejala varian Omicron - Parade
Ilustrasi perempuan yang mengalami gejala varian Omicron - Parade

Bisnis.com, JAKARTA - Informasi mengenai varian Omicron, yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan dan Botswana masih sangat sedikit dan masih dalam tahap penelitian. Tetapi, penelitian terbaru dari Norwegia menunjukkan bahwa masa inkubasi varian Omicron diduga lebih singkat, bila dibandingkan dengan varian-varian Covid sebelumnya.

Masa inkubasi adalah periode antara terinfeksi virus penyebab Covid-19 dengan gejala muncul.

Berdasarkan penelitian dari Norwegia, masa inkubasi varian Omicron adalah tiga hari, dimana kasus terbanyak pasca pesta di Norwegia paling banyak terdeteksi pada hari ke-3 setelah acara.

Bila dibandingkan dengan varian lain, varian Omicron memiliki masa inkubasi yang lebih singkat, sementara masa inkubasi varian Delta adalah 4,3 hari dan varian lainnya 5 hari.

Lalu apa akibatnya bila masa inkubasi Omicron lebih singkat?

Melalui akun Instagramnya, Kamis (23/12/2021), dr Adam Prabata, PhD Student di Universitas Kobe menjelaskan, bila masa inkubasi lebih singkat, orang akan lebih cepat bergejala bila terinfeksi varian Omicron. Selain itu, penularan Covid-19 akan lebih cepat terjadi dan penularan menjadi lebih sulit untuk dikontrol.

"Perlu ada perubahan strategi periode tes PCR dan antigen," kata Adam.

Tetapi, Adam menegaskan, penelitian ini berasal dari jumlah orang yang tidak terlalu banyak dan hanya di Norwegia, sehingga bisa saja berbeda di negara lain dan jumlah orang yang lebih banyak.

"Masa inkubasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain status vaksinasi, kondisi kesehatan, riwayat infeksi, usia, dan jumlah virus yang masuk," jelasnya.

Varian Omicron telah terdeteksi di beberapa negara termasuk Indonesia, sejak pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan dan Botswana. Varian ini disebut sebagai salah satu yang sangat cepat dalam menularkan virus.

Mereka diketahui memiliki mutasi dalam jumlah yang besar, sehingga memicu kekhawatiran bahwa varian ini mungkin kebal terhadap vaksin Covid-19 yang telah beredar di pasaran.

Saat ini, para produsen vaksin tengah merancang vaksin virus corona yang disesuaikan dengan varian baru. Pfizer misalnya, mengumumkan bahwa vaksin terbarunya harus siap pada Maret tahun depan. Sementara Moderna pada Senin (20/12) mengklaim bahwa dosis booster mereka tampaknya melindungi terhadap varian Omicron.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top