Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkes Siapkan Skenario Terburuk Bila Kasus Omicron di Indonesia Melonjak

Menkes Budi Gunadi menyampaikan pihaknya sudah melakukan seroprevalensi survei yang bertujuan untuk mengukur apakah antibodi rakyat Indonesia sudah ada atau belum, baik yang divaksin maupun yang belum divaksin.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  10:26 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan varian Omicron terdeteksi masuk ke Indonesia - Kemenkes RI
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan varian Omicron terdeteksi masuk ke Indonesia - Kemenkes RI

Bisnis.com, JAKARTA - Varian Omicron telah masuk ke Indonesia pada pertengahan Desember lalu, dan kini jumlah terinfeksi tercatat 47 orang.

Meskipun mengalami peningkatan, kasus Omicron di Indonesia belum tinggi. Kemenkes juga menyatakan telah menyiapkan worst case scenario.

Dalam wawancaranya di kanal YouTube Deddy Corbuzier bertajuk "TONTON INI SERIUS!! OMICRON MASUK SUDAH!! EXCLUSIVE MENKES", yang dipublikasikan pada Selasa (29/12), Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bila virus telah menyebar, ada tiga hal yang perlu dilakukan.

"Kalau saya sudah standar: testing, tracing, isolasi masih bagus, kalau sudah kena karantina disiplin. Kedua, dua vaksinasi harus dipercepat. Karena biar gimana, orang yang sudah tertular, tertular. Tetapi masuk rumah sakitnya lebih kecil, kematiannya juga lebih kecil," kata Budi.

"Ketiga, rumah sakitnya disiapin. Kamarnya, dokternya, oksigennya disiapin. Itu worst case," sambungnya.

Di lain sisi, Budi mengimbau agar masyarakat tidak paranoid. Karena menurutnya kemungkinan besar Omicron lebih ringan daripada Delta sehingga orang yang masuk rumah sakit lebih sedkit.

"Kedua, sudah terbukti imunitas yang paling bagus itu yang terjadi di Indonesia. Kena duluan, baru kemudian di vaksinasi," katanya.

Dalam kesempatan ini, Budi menyampaikan pihaknya sudah melakukan seroprevalensi survei yang bertujuan untuk mengukur apakah antibodi rakyat Indonesia sudah ada atau belum, baik yang divaksin maupun yang belum divaksin.

"Saya belum bisa umumkan secara resmi. Rencanannya akhir tahun ini keluar, tahun depan baru saya umumkan. Tapi sudah tinggi yang punya antibodi," ungkap Budi.

Gelombang Ketiga Diperkirakan Terjadi di Akhir Januari 2022

Kembali ditanyai oleh Deddy mengenai worst case, di bulan berapa Indonesia akan mengalami gelombang ketiga, Budi memperkirakan hal itu terjadi dua minggu setelah 1 Januari. Tetapi menurut catatan dari Kemenkes, Budi mengatakan bahwa itu bisa tertunda karena imunitas dan vaksinasi di Indonesia masih baik.

"Omicron itu kalau saya lihat beda dengan Delta. Dia naiknya cepat, kalau Delta kan agak pelan. Ini biasanya tiga bulan. Di Afrika, begitu Omicron masuk langsung naik, tapi turunnya juga cepat satu bulan. Jadi, saya bilang kalau mungkin Omicron masuk pertengahan Desember ini, mungkin ujiannya di akhir Januari. Tinggal kita lihat. Itu the worst nya ya,” jelasnya.

Meskipun demikian, Budi tetap menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati.

"Buat teman-teman kita tetap waspada, tetapi tidak usah juga menakut-nakuti. Ada kenyataan-kenyataan lain yang saya bilang, vaksinasi bagus. Tapi pesan saya sebagai Menteri Kesehatan waspada, hati-hati," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top