Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Omicron Menyebar 70 Kali Lebih Cepat Daripada Delta, Kok Bisa?

Varian Covid Omicron menyebar lebih cepat, varian ini lebih ringan daripada varian sebelumnya. Covid-19 Omicron tidak menyebabkan banyak kerusakan pada paru-paru.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  19:55 WIB
Ilustrasi hasil tes Covid-19 varian Omicron - The Guardian
Ilustrasi hasil tes Covid-19 varian Omicron - The Guardian

Bisnis.com, JAKARTA – Berbagai negara tengah menghadapi gelombang Covid-19 varian Omicron. Para ilmuwan berusaha keras untuk menemukan bagaimana virus ini menyebar begitu cepat. 

Menurut ilmuwan di Hong Kong, varian Omicron berkembang biak sekitar 70 kali lebih cepat di dalam jaringan saluran pernapasan manusia daripada varian Delta. Covid-19 varian Omicron juga mencapai tingkat yang lebih tinggi di jaringan, dibandingkan dengan Delta, yaitu 48 jam setelah infeksi.

"Temuan ini menunjukkan bahwa mutasi pada Omicron telah mempercepat proses masuk atau mereplikasi (atau keduanya) di dalam jaringan," lapor NPR dalam The Times of India, Senin (10/1/2022).

Sementara itu, meskipun menyebar lebih cepat, varian ini lebih ringan daripada varian sebelumnya. Covid-19 Omicron tidak menyebabkan banyak kerusakan pada paru-paru.

Sebuah studi oleh ilmuwan AS dan Jepang pada hamster dan tikus menunjukkan bahwa mereka yang terinfeksi Omicron memiliki kerusakan paru-paru yang lebih sedikit, kehilangan berat badan yang lebih sedikit dan kemungkinan kematian yang lebih kecil daripada mereka yang memiliki varian lain.

Pada varian Omicron menyimpan hingga 36 mutasi pada spike protein. Banyaknya mutasi ini menghindari keefektifan vaksin.

Studi terbaru lainnya yang dipimpin oleh para peneliti di Rumah Sakit Umum Massachusetts (MGH), Harvard dan MIT menguji darah dari orang-orang yang menerima vaksin Moderna, Johnson & Johnson, dan Pfizer/BioNTech terhadap pseudovirus yang direkayasa agar menyerupai varian Omicron.

Mereka termasuk individu yang baru saja divaksinasi atau baru saja menggunakan dosis booster, dan juga memiliki infeksi SARS CoV-2 sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa netralisasi Omicron "tidak terdeteksi" pada sebagian besar individu yang divaksinasi.

"Studi menunjukkan bahwa Omicron secara drastis lolos dari kekebalan yang diinduksi vaksin setelah seri vaksinasi primer dengan mRNA-1273 (Moderna), BNT162b2 (PfizerBioNTech) atau Ad26.COV2.S (Johnson & Johnson/Janssen) dan menunjukkan peningkatan infektivitas in vitro, meningkatkan potensi peningkatan penularan," kata Wilfredo F. Garcia-Beltran, Departemen Patologi, MGH di Boston.

"Yang mengejutkan, Omicron 4 kali lipat lebih menular daripada versi asli virus dan 2 kali lipat lebih menular daripada Delta," tulis Garcia-Beltran dan rekannya dalam penelitian mereka.

Data menunjukkan Omicron mungkin dapat menginfeksi orang dengan dosis yang lebih rendah daripada Delta atau varian aslinya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 omicron
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top