Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Salah Satu Tim Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, Ini Sikap Produser Penyalin Cahaya

Salah satu tim film Penyalin Cahaya diketahui menjadi terlapor kasus pelecehan seksual. Berikut tanggapan lengkap dari Rekata Studio & Kaninga Pictures.
Aliftya Amarilisya
Aliftya Amarilisya - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  15:22 WIB
Penyalin Cahaya
Penyalin Cahaya

Bisnis.com, SOLO - Tim produksi film Penyalin Cahaya memutuskan untuk menghapus nama seorang kru dari kredit film lantaran diduga sebagai pelaku pelecehan seksual.

Adapun dugaan pelecehan seksual yang terjadi itu sendiri diterima oleh produser dan sutradara dari salah satu komunitas yang mengelola pelaporan kasus pelecehan seksual.

Dari keterangan yang ada, didapati bahwa kekerasan seksual tersebut dilakukan oleh pelaku di masa lampau.

"Sebagai tanggung jawab etik atas komitmen kami dan untuk menghormati pelaporan dan proses yang akan terjadi setelahnya, kami memutuskan untuk menghapus nama terlapor dari kredit film Penyalin Cahaya dan di materi-materi publikasi film," tulis pihak Rekata Studio dan Kaninga Pictures pada Senin (10/1/2022).

Tak hanya sampai di situ, Rekata Studio turut menegaskan bahwa pihak yang dimaksud pun telah dikeluarkan rumah produksi yang menaunginya.

"Pihak terlapor tersebut tidak lagi menjadi bagian dari film Penyalin Cahaya dan Rekata Studio," tulis mereka.

Diketahui, sikap tersebut diambil oleh Rekata Studio dan Kaninga Pictures sebagai bentuk komitmen memberikan ruang aman yang bebas dari pelecehan seksual dan keberpihakan pada penyintas.

"Kami Rekata Studio & Kaninga Pictures berkomitmen untuk memberikan ruang aman yang bebas dari pelecehan seksual dan kami akan selalu berpihak pada penyintas. Menjaga lingkungan produksi film yang bebas dari pelecehan seksual adalah juga merupakan misi utama kami. Proses syuting film Penyalin Cahaya yang berjalan dengan aman selama 20 hari di Januari 2021 adalah bukti komitmen kami," tulis Rekata Studio dan Kaninga Pictures.

Lebih jauh, Rekata Studio dan Kaninga Pictures pun berharap agar, "Proses-proses yang terjadi setelah pelaporan ini, berjalan dengan mengakomodir kepentingan penyintas dan dapat terselesaikan sesuai jalur yang tepat."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

film indonesia kekerasan seksual
Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top