Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak Skrining Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster untuk Dewasa dan Ibu Hamil

Sebelum mendapatkan vaksin Covid-19 dosis booster, orang dewasa dan ibu hamil wajib menjalani skrining. Berikut tahapannya.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  16:49 WIB
Ilustrasi petugas mengambil vaksin dosis ketiga atau vaksin booster - Kemenkes RI
Ilustrasi petugas mengambil vaksin dosis ketiga atau vaksin booster - Kemenkes RI

Bisnis.com, JAKARTA – Vaksinasi booster Covid-19 bagi kelompok rentan sudah mulai digelar pada Rabu (12/1/2022) lalu. Namun sebelumnya, mereka diharuskan untuk menjalani skrining terlebih dahulu.

Sementara itu, program vaksinasi dosis booster ini dilakukan dengan pertimbangan di mana sejumlah hasil studi menunjukkan bahwa antibodi mengalami penurunan 6 bulan usai mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis primer lengkap.

Oleh karenanya, dibutuhkan pemberian dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu, terutama pada kelompok masyarakat rentan.

Lalu, sama seperti vaksinasi Covid-19 dosis ke-1 dan ke-2, nantinya semua orang yang akan mendapatkan vaksinasi dosis booster ini pun akan diskrining. Tujuan ialah guna memastikan kondisi penerima dalam keadaan sehat dan bisa divaksin.

Berdasar Surat Edaran (SE) Nomor HK.0202.II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Lanjutan (Booster), berikut informasi mengenai skrining vaksinasi Covid-19 dosis booster untuk dewasa dan ibu hamil.

Skrining Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster untuk Dewasa

  1. Pemeriksaan suhu. Apabila suhu Anda di atas 37,5 derajat, vaksinasi ditunda sampai suhu Anda normal.
  2. Jika tekanan darah di atas 180/110 mmHg, maka pengukuran tekanan darah akan diulang 5-10 menit kemudian. Jika masih tinggi, maka vaksinasi ditunda sampai tekanan darah Anda terkontrol.
  3. Apabila Anda memiliki riwayat alergi berat setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya, maka merupakan kontraindikasi untuk vaksinasi ini.
  4. Apabila Anda mengidap penyakit autoimun seperti lupus, maka vaksinasi akan ditunda jika Anda sedang dalam kondisi akut atau belum terkendali.
  5. Jika Anda sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun dan penerima produk darah/transfusi, vaksinasi akan ditunda dan dirujuk.
  6. Jika Anda sedang mendapat pengobatan immunosuppressant, seperti kortikosteroid dan kemoterapi, vaksinasi akan ditunda dan dirujuk.
  7. Jika Anda memiliki penyakit jantung berat atau asma dalam keadaan sesak, maka vaksinasi akan ditunda dan dirujuk.
  8. Bila Anda pernah terkonfirmasi menderita Covid-19 vaksinasi ditunda sesuai ketentuan.

Selain itu, ada pertanyaan tambahan bagi sasaran lansia di atas 60 tahun, meliputi:

  1. Apakah Anda mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga?
  2. Apakah Anda sering merasa kelelahan?
  3. Apakah Anda memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal)?
    Jika terdapat 3 atau lebih jawaban ‘ya’, maka vaksin tidak dapat diberikan.
  4. Apakah Anda mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter?

Skrining Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster untuk Ibu Hamil

  1. Pemeriksaan suhu. Apabila suhu Anda di atas 37,5 derajat, vaksinasi ditunda sampai Anda suhu normal.
  2. Kemudian, jika tekanan darah di atas 180/110 mmHg, pengukuran tekanan darah diulang lima sampai 10 menit kemudian. Jika masih tinggi, maka vaksinasi ditunda.
  3. Anda akan ditanyai berapa usia kehamilan Anda. Jika kurang dari 13 minggu atau trimester 1, maka vaksinasi ditunda.
  4. Jika Anda memiliki keluhan dan tanda preeklampsia seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dan tekanan darah diatas 140/90 mmHg, maka vaksinasi ditunda dan dirujuk ke rumah sakit.
  5. Jika Anda mempunyai penyakit penyerta seperti jantung, diabetes mellitus, asma, penyakit paru, HIV, hipertiroid/hipotiroid, penyakit ginjal kronik dan penyakit hati, namun dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut, maka vaksin dapat diberikan.
  6. Apabila Anda mengidap penyakit autoimun seperti lupus, namun dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut, maka vaksin dapat diberikan.
  7. Jika Anda sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun dan penerima produk darah/transfusi, vaksinasi akan ditunda dan dirujuk.
  8. Jika Anda sedang mendapat pengobatan immunosuppressant, seperti kortikosteroid dan kemoterapi, vaksinasi akan ditunda dan dirujuk.
  9. Bila Anda pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, vaksinasi ditunda sesuai ketentuan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top